DaerahSerang

Honorer K2 Kabupaten Serang Rela Tidak Jadi PNS, Asal……

SERANG, BANTEN RAYA – Para guru yang berstatus sebagai honorer kategori dua (K2) tidak mempermasalahkan keputusan pemerintah pusat yang tidak memberi peluang kepada mereka untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) melainkan menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Syaratnya, kebijakan tersebut bisa menyelesaikan permasalahan honorer.

Ketua Forum Guru Honorer K2 Kabupaten Serang Yati Ruhyati Hasanah mengatakan, sampai saat ini para guru honorer terutama guru honorer K2 masing menginginkan untuk menjadi PNS. “Sebetulnya kita pengennya diangkat jadi PNS bukan PPPK tapi kalau memang kebijakannya PPPK itu bisa menyelesaikan permasalahan honorer tidak apa-apa,” kata Yati, Minggu (3/1/2021).

Ia menjelaskan, pada prinsipnya bagi para honorer K2 yang terpenting ada perubahan status dari honorer menjadi PNS atau PPPK. “Kami siap tidak jadi PNS yang penting kebijakan PPPK harus jadi solusi bagi honorer terutama kami honorer K2. Jumlah honorer K2 di Kabupaten Serang yang ada di dinas pendidikan dan instansi lain ada 1.334 orang,” ujarnya.

Terkait dengan rencana pembukaan formasi PPPK pada tahun ini, Yati mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang. “Kita sudah ngobrol dengan Bu Kabid (Mujiyati Erianis, Kabid Administrasi Kepegawaian-red) bahwa SK (surat keputusan) formasi belum turun,” tuturnya.

Namun Yati berharap, jika formasi yang didapat Kabupaten Serang dari pemerintah pusat bisa mengutamakan honorer K2 karena masa kerja mereka rata-rata sudah di atas 15 tahun. “Untuk honorer K2 usianya semua di atas 35 tahun jadi sudah enggak bisa ikut seleksi CPNS. Makanya kami berharap bisa diangkat jadi PPPK ini,” paparnya.

Disoal pendataan sebagai guru honorer, Yati mengungkapkan, masing-masing honorer berbeda tergantung kebijakan dari kepala sekolah (Kepsek) masing-masing. “Pendapatannya ada yang Rp300 ribu per bulan, ada yang di atas Rp1 juta per bulan, itu tergantung kebijkan kepseknya. Yang miris itu siswanya banyak tapi pendapatan honorer K2nya masih di bawah Rp1 juta,” tuturnya.

Ia menjelaskan, anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) sebenarnya sebagiannya bisa dialokasikan untuk honorer K2 namun ternyata pelaksanaannya antara satu sekolah dengan sekolah yang lain berbeda-beda. “Kalau insentif dari Pemda Serang sudah dapat semua. Kalau guru Rp700 ribu per bulan kalau TU (tata usaha) Rp450 ribu per bulan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Administrasi Kepegawaian (Adpeg) BKPSDM Kabupaten Serang Mujiyati Erianis mengatakan, pihaknya bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) telah mengusulkan sekitar 4.000 guru honorer ke Kemenpan-RB untuk diangkat menjadi PPPK. “Sudah diusulkan sekitar 4.000 orang tinggal menunggu penetapan formasi dari Kemenpan-RBnya. Kita belum tahu nanti dapatnya berapa,” katanya. (tanjung/fikri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d bloggers like this: