DaerahSerang
Trending

Izinnya Karaoke Keluarga Tapi Praktiknya Tempat Esek-esek, Pekan Ini Diskotek dan Warem di JLS Bakal Ditutup Permanen

SERANG, BANTEN RAYA – Keberadaan diskotek dan warung remang-remang (warem) di Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang keberadaannya meresahkan warga akan ditutup permanen oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Rencananya aksi penutupan bakal dilakukan pekan ini.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Serang Aep Saefullah mengatakan, pihaknya menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Pemkab Serang dan aparat penegak hukum (APH) untuk menindaklanjuti hasil audiensi angara Komisi I dengan Gerakan Bersama Anti Kemaksiatan (Gebrak).

“Tadi (kemarin-red) di rapat sudah dijelaskan secara detail. Tadi juga disepakati bahwa tempat hiburan malam (THM) di JLS akan ditutup. Intinya kalau dari Komisi I minta ditutup secara permanen ketika ada pengusaha yang menyalahi aturan,” kata Aep saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/2/2021).

Politikus Demokrat itu mengungkapkan, ada dua peraturan daerah (perda) yang dilanggar oleh pihak pengusaha di JLS yakni menyalahi perizinan dan melanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

“Dari 12 tempat karaoke, hanya tiga yang mengantongi izin dan itu pun izinnya hanya resto dan karaoke keluarga. Tetapi pada pelaksanannya ada penjualan miras (minuman keras) dan kegiatan asusila dan sebagainya,” ujarnya.

Aep menjelaskan, penutupan permanen diskotek tersebut diupayakan dilaksanakan pada pekan ini dengan melibatkan berbagai pihak. Adapun untuk teknisnya diserahkan kepada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Yang ditutup bukan hanya tempat karaokenya saja tapi juga warung remang-remang yang ada di JLS yang menjual miras termasuk juga tempat perjudian yang ada di Desa Serdang. Dari pendataan ada sekitar 40 sampai 50 warung remang-remang,” ungkapnya.

Terkait dengan perusakan segel milik Pemkab Serang oleh pemilik diskotek, Aep mengaku, telah menerima surat dari Polres Serang Kota terkait progres penanganan perusakan tersebut.

“Sekarang ini progresnya sedang dalam penyelidikan. Kami minta untuk penutupan yang sekarang ini pakai gembok,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Ajat Sudrajat mengatakan, pihaknya akan melakukan konsolidasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan APH TNI-Polri.

“Rekomendasinya tutup. Mudah-mudahan Kamis (4/2/2021) kita sudah bisa konsolidasi dengan APH sekaligus action di lapangan,” kata Ajat.

Adapun untuk teknis penutupan sendiri akan dibicarakan terlebih dahulu dengan TNI-Polri agar pada saat ekskusi di lapangan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau direkomendasikan ditutup karena tidak ada izinnya dan imbauan tidak beroperasi juga diabaikan, termasuk segel yang kita pasang juga di rusak,” tuturnya. (tanjung/fikri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp