DaerahSerang
Trending

Judulnya Toko Sembako tapi di Dalamnya Jualan Miras, 743 Botol Diamankan Petugas

CILEGON, BANTEN RAYA – Polres Cilegon bersama petugas gabungan kembali menggelar Operasi Bina Kusuma Maung 2021, Jumat (12/3/2021). Kali ini petugas merazia salah satu toko sembako di Kecamatan Anyar, Kebupaten Serang, yang menjual minuman keras (miras). Hasilnya, Petugas mengamankan sebanyak 743 botol miras berbagai merek.

Kasat Binmas Polres Cilegon AKP Yudi Permana mengatakan, razia itu dilakukan berdasarkan laporan dari warga sekitar, ada salah satu agen besar sembako di wilayah Anyer yang melakukan jual beli miras. Dari laporan itu, kata dia, pihaknya melakukan penyisiran.

“Ada sekitar 743 botol Miras yang kami amankan. Ini merupakan penjualan Miras,” katanya kepada wartawan.

Ia menjelaskan, toko kelontongan tersebut menjual sembako. Akan tetapi, di dalamnya ternyata ada puluhan kardus berisi ratusan botol miras. “Itu kami temukan di (dalam) toko,” tegasnya.

Yudi menjelaskan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada pemilik toko tersebut.

“Ini tipiring (tindak pidana ringan). Nanti kami akan periksa (terhadap pemilik toko),” imbuhnya.

Kedepan, papar Yadi, pihaknya masih akan terus menggelar razia tersebut. Hal itu untuk bisa mengurangi tindak pidana yang berkembang di masyarakat, khususnya yang mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Masih sampai pekan depan ini dilakukan. Kami akan memastikan gangguan keamanan dan ketertiban terus dilakukan, terutama di wilayah yang dianggap rawan gangguan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Urusan (Paur) Humas Polres Cilegon Iptu Sigit Darmawan mengungkapkan, adanya operasi tersebut juga membantu pemerintah untuk bisa terus melakukan pencegahan potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Untuk itu, pemerintah melalui Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga terus ikut terlibat.

“Prostitusi, miras, judi dan lainnya menjadi sasaran. Ini kami lakukan untuk meminimalisir gangguan keamanan yang berpotensi terjadi karena aktivitas negatif yang biasa terjadi di masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Sigit, pihaknya juga berharap masyarakat bisa memberikan berbagai informasi soal adanya potensi-potensi gangguan keamanan, seperti halnya penjual Miras dan praktek prostitusi di tempat kos yang sudah menjadi sasaran operasi sebelumnya.

“Kami harap ada semakin banyak laporan dari warga, sehingga kami bisa menindaklanjutinya berdasarkan informasi dari warga itu,” imbuhnya. (uri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp