Serang

Kabupaten Serang Catat Kenaikan IPM Tertinggi

SERANG, BANTEN RAYA – Kabupaten Serang mencatatkan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Banten. Dalam rilis Badan Pusat Statistik Provinsi Banten, IPM Kabupaten Serang 2020 naik 0,48 poin jadi 66,70 poin dibandingkan dengan 2019 yang mencapai 66,38 poin.

“Kabupaten Serang tumbuh 0,48 persen, sehingga menjadi daerah yang pembangunan manusianya mengalami kemajuan pesat. Kemajuan itu didorong oleh cepatnya perbaikan pada dimensi kesehatan dan dimensi pengetahuan,” kata Kepala BPS Banten Adhi Wiriana, Selasa (15/12).

Pertumbuhan IPM juga terjadi di Kabupaten Pandeglang sebesar 0,14 poin dengan IPM 65 poin, Kota Serang 0,08 poin dengan IPM 72,16 poin, Kota Cilegon 0,05 poin dengan IPM 73,05 poin, dan Kabupaten Lebak 0,05 poin dengan IPM 63,91 poin. Sementara penurunan IPM terjadi di Kota Tangerang minus 0,23 poin, Kota Tangsel minus 0,15 poin, dan Kabupaten Tangerang minus 0,01 poin.

Adhi Wiriana mengatakan, pembangunan manusia di Banten secara konsisten terus mengalami peningkatan yang ditandai dengan meningkatnya IPM. Tercatat, IPM Banten tahun 2020 sebesar 72,45 poin, mengalami perlambatan karena hanya naik 0,01 persen. Lebih rendah dari pertumbuhan tahun 2019 sebesar 0,68 persen dengan IPM 72,44 poin.

“Pada tahun 2020, status pembangunan manusia Banten masih berada di level atau kategori tinggi. Status tersebut sudah diraih Banten sejak tahun 2015,” kata Adhi.

Sementara IPM tertinggi diduduki Kota Tangerang Selatan sebesar 81,36 poin, dan terendah Kabupaten Lebak sebesar 63,91 poin. Peningkatan IPM tahun 2020 hanya terjadi pada lima daerah di Banten.

Sekadar diketahui, IPM merupakan indikator makro yang menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan, antara lain pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya. Pemerintah Kabupaten Serang menjadi daerah yang fokus melaksanakan program pembangunan pada peningkatan indikator-indikator IPM.

Berbagai program digulirkan Pemkab Serang dalam meningkatkan IPM. Mulai dari beasiswa SD-SMP untuk 4.102 siswa, program paket belajar untuk 3.308 peserta, dan beasiswa perguruan tinggi yang sejak 2017 diberikan kepada 866 mahasiswa.

Program bidang kesehatan yang paling terkenal adalah bantuan ambulance desa. Kemudian pemberian bantuan bagi penerima biaya iuran (PBI) kepesertaan BPJS Kesehatan, peningkatan kualitas pelayanan puskesmas, jaminan kesehatan daerah, hingga insentif kader posyandu dan kader KB.

Kemudian dalam menunjang pengeluaran per kapita masyarakat, didorong melalui peningkatan kualitas dan kuantitas UMKM, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan infrastruktur jalan.

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menilai, Pemkab Serang dan stakeholder terkait di Kabupaten Serang harus terus konsisten untuk membuat program yang fokus pada peningkatan IPM. “Alhamdulillah, rilis BPS tahun 2020 ini menjadi motivasi untuk kami dan jajaran Pemkab Serang, untuk terus bersemangat melaksanakan dan membuat program yang fokus pada peningkatan IPM,” ujarnya.

Menurutnya, masih banyak catatan dalam proses peningkatan IPM. Terutama pada peningkatan angka harapan hidup, harapan lama sekolah, dan pengeluaran per kapita masyarakat. “Ke depan, kami harus lebih berinovasi, lebih menguatkan anggaran untuk bidang pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Wakil Gubernur Banten Andika Harumy meminta, organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Banten menjalin kolaborasi dengan OPD pemkab/pemkot. Hal itu dilakukan sebagai upaya dalam rangka pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

“Seluruh stakeholder pembangunan di Provinsi Banten, harus bersinergi bersama-sama berkontribusi nyata dalam percepatan penanganan Covid-19 serta pemulihan ekonomi daerah,” ujarnya. (fikri/dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d blogger menyukai ini: