DaerahSerangWisata & Kuliner
Trending

Kolam Pemandian Alam Cirahab, Banyak Dikunjungi Wisatawan Luar Banten Bahkan Bule

Bagian 2-2 (Selesai)

SERANG, BANTEN RAYA- Pemandian alam Cirahab yang berlokasi di Kampung Sukaraja, Desa Curug Goong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, tidak hanya terkenal di Banten dan Indonesia. Bahkan turis asing pun ada yang pernah mengunjunginya.

Menurut Yuyun, salah satu warga, Cirahab konon berasal dari kata bahasa Sunda dialek Banten yaitu ngerahab yang berarti banyak yang mengunjungi. Warga sekitar percaya penamaan itu sebagai doa atau prediksi dari orang tua masa lalu bahwa suatu saat pemandian alam Cirahab akan banyak yang mengunjungi.

Hal ini terbukti dengan kondisi Cirahab saat ini yang selalu ramai dikunjungi wisatawan meski bukan akhir pekan.

Pengunjung yang datang ke Cirahab juga tidak hanya warga Serang atau Provinsi Banten. Warga Jakarta dan daerah lain di luar Banten juga sudah banyak yang datang ke lokasi.

BACA JUGA: Pemandian Alam Cirahab, Mandi di Kolam dengan Air Sebening Kaca

“Bule dari Australia juga pernah ke sini,” kata Yuyun.

Ada tiga kolam air pemandian alam yang bisa dinikmati pengunjung di pemandian alam Cirahab. Dua kolam berada bersisian di bawah sementara satu kolam lain berada di atas dan dekat dengan pohon beringin besar.

Cirahab
Pemandian Alam Cirahab memiliki air yang sangat jernih.

Air yang ada pada kolam pemandian alam Cirahab merupakan air alami dari gunung sehingga airnya terus mengalir tanpa henti. Bahkan menurut keterangan warga air di kolam Cirahab tidak akan pernah kering meski kemarau panjang melanda. Masyarakat mempercayai air itu keluar dari akar-akar pohon beringin yang ada samping kolam Cirahab.

Bagi yang berenang di kolam yang paling atas atau paling bawah maka pengunjung tidak akan dikenai biaya alias gratis. Sementara bila ingin berenang di kolam tengah maka akan dikenai biaya Rp3.000 per orang. Pungutan biaya itu dilakukan oleh seseorang yang yang konon mengurus kolam itu ketika terjadi kebocoran dan kerusakan lainnya sehingga ia merasa berhak meminta uang dari pengunjung yang berenang di kolam yang ia urus itu.

Untuk yang ingin berenang dengan menggunakan pelampung, pengunjung dapat menyewanya dari warga sekitar yang menyewakan pelampung. Pelampung yang ada berbentuk bebek-bebekan atau yang polos, yang erupakan bekas daleman ban mobil. Masing-masing pelampung disewakan seharga Rp10.000 per pelampung.

Saksikan Kegiatan Reses Anggota DPRD Provinsi Banten di Banten Raya Channel

Bagi pengunjung yang ingin mandi di air kolam pada malam hari, dapat mengunjunginya di malam hari. Hanya saja pada saat malam hari tidak ada warung yang buka karena masyarakat yang berjualan di sekitar kolam pemandian Cirahab biasanya akan menutup warung mereka pada saat maghrib tiba.

Satu-satunya yang perlu dibenahi dari pamandian ini adalah pengelolaan sampah, baik yang ditimbulkan pengunjung maupun warga sekitar. Pasalnya, di sekitar kolam bahkan di dalam kolam pemandian sendiri masih ditemukan banyak sampah, baik sampah organik maupun non organik. (tohir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp