DaerahSerang
Trending

Kota Serang Tembus 10 Besar Penyerapan APBD Tercepat se-Indonesia

SERANG, BANTEN RAYA – Kota Serang masuk 10 besar realisasi tercepat penyerapan APBD tahun 2021 kategori pemerintah kabupaten kota se-Indonesia. Hingga 15 Juni 2021, realisasi APBD Kota Serang mencapai 33,71 persen.

Hal itu terungkap pada Acara Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi APBD Provinsi, Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2021 melalui video conference bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di kantor Diskominfo Kota Serang, Jumat (18/6/2021).

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) yang merupakan aplikasi baru tak bisa dipergunakan, sehingga total APBD Kota Serang 2021 sebesar Rp1,180 triliun mengalami kendala realisasi di awal tahun.

“SIPD ini mentok di awal tahun, tapi Pemkot Serang bisa mengatasinya,” ujar Syafrudin, ditemui di Setda Puspemkot Serang.

BACA JUGA: Walikota Serang Minta Gubernur Segera Serahkan Banten Lama

Ia menjelaskan, pihaknya melakukan tiga opsi pertama memaksimalkan Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran dan Pelaporan (SIMRAL) dan pembayaran manual.

“Tiga opsi itu kita lakukan, sehingga kita memperoleh realisasinya agak lumayan,” jelas dia.

Menurut Syafrudin, jika tidak memiliki teknis, realisasi APBD di masa pandemi Covid-19 dan terkendala SIPD realisasi anggaran tidak maksimal.

“Kalau memang tidak memiliki teknis, realisasi anggaran tidak maksimal,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, percepatan penyerapan dilakukan sesuai dengan arahan dari Kemendagri dalam rapat koordinasi sejak awal tahun 2021.

Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel

 “Intinya daerah agar mempercepat penyerapan anggaran APBD tujuannya agar roda ekonomi bisa berjalan dengan tetap memperhatikan prinsip pengelolaan keuangan yang baik,” kata Nanang.

Ia mengaku capaian realisasi ini berdasarkan koordinasi antara lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Serang yang berjalan baik.

“Memang SIPD ada gangguan, kemudian kita beralih ke SIMRAL dengan back up SIPD, akhirnya realisasi APBD bisa berjalan,” akunya.

Kepala BPKAD Kota Serang Wachyu B Kristiawan mengatakan, realisasi APBD 2021 di awal mengalami kendala. Setelah menerapkan SIMRAL akhirnya realisasi APBD berjalan.

“Kota Serang masuk 10 besar nasional, realisasi 33,71 persen. Dimana, belanja operasional 37,5 persen, belanja modal 7,06 dan sisanya belanja tidak terduga,” ungkap Wachyu. (harir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp