DaerahSerang
Trending

Kualifikasi Pendidikan Tak Sesuai, Satu CPNS Berstatus Janda Dibatalkan Kelulusannya

SERANG, BANTEN RAYA – Satu orang calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi Pemkab Serang rekrutmen tahun 2019 yang dinyatakan lulus seleksi dibatalkan kelulusannya. Sebab, kualifikasi pendidikan yang bersangkutan tak sesuai dengan formasi jabatan yang ditetapkan.

Hal tersebut terungkap berdasarkan pengumuman Bupati Serang Nomor 800/51/BKPSDM/2020 tertanggal 16 November 2020. 

Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mengatakan, dari 394 orang yang lulus seleksi CPNS satu orang peserta mengundurkan diri dikarenakan berdasarkan hasil verifikasi berkas usulan NIP (nomor identitas pegawai). 

“Diketahui peserta tersebut tidak memenuhi syarat karena kualifikasi pendidikannya tidak sesuai dengan formasi jabatan yang ditentukan yang kemudian dibatalkan kelulusannya,” ujar Tatu usai acara penyerahan SK CPNS tahun 2019 di Pendopo Bupati Serang, Selasa (2/2/2021). 

Dengan adanya pengangkatan CPNS di lingkungan Pemkab Serang tersebut, Tatu berharap para CPNS bisa memberikan peran signifikan terhadap kemajuan di Kabupaten Serang. Hal itu dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik guna mendoorng peningkata indek pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Serang. 

“Kami berharap para CPNS ini dapat mengabdi dengan sebaik-baiknya dan menjadi panutan. Para CPNS ini merupakan amunisi baru. Harapan baru untuk membawa perubahan dan memberikan inovasi dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Administrasi Kepegawaian (Adpeg) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang Mujiyati Erianis mengatakan, satu orang yang dibatalkan kelulusannya diketahui pada saat pemberkasan administrasi. 

“Jadi ijazahnya sama formasinya tidak sesuai. Terus kita panggil dan kita sampaikan ada dua opsi. Pertama mengundurkan diri dan memaksakan meneruskan. Jika mengundurkan diri masih bisa ikut CPNS berikutnya dan nilai SKD (seleksi kompetensi dasar)-nya kemungkinan masih bisa dipakai,” kata Eris. 

Akan tetapi jika tetap memaksakan meneruskan dan dilakukan pembatalannya oleh Kepala Regional (Kanreg) BKN Banten maka akan kena penalti tidak bisa ikut satu tahun pengadaan CPNS. 

“Setelah kita beri masukan yang bersangkutan memilih mengundurkan diri. Dia mengambil formasi penyuluh pertanian. Harusnya formasi D3 dia pakai ijazah S-1. Saya lupa asalnya dari mana yang jelas dia perempuan dan statusnya janda,” ujarnya. (tanjung)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp