DaerahHukum & KriminalSerang
Trending

Mabuk Anggur Merah, Tukang Nasgor Gilir Siswi SMA

SERANG, BANTEN RAYA- Akibat terpengaruh minuman beralkohol, RM (26), penjual nasi goreng (nasgor) bersama rekannya FS (16) tega mencabuli perempuan berusia 15 tahun secara bergiliran, di kontrakannya di Kampung Kadingding, Desa Kibin, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Minggu (3/1/2021). Akibat perbuatannya, kedua pelaku ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Serang.

Kapolres Serang AKBP Mariyono membenarkan jika pihaknya berhasil mengungkap kasus pencabulan anak di bawah umur. Pelaku diamankan pada Rabu (6/1/2021) dini hari di rumah kontrakan tersangka RM. “Keduanya ditangkap di Kampung Kedingding, sekitar jam 3 pagi,” katanya kepada Banten Raya, Kamis (7/1/2021).

Menurut Mariyono, peristiwa memilukan yang dialami pelajar SMA itu bermula saat kedua pelaku (FS dan RM) tengah berpesta minuman keras (miras) di Kawasan Modern Cikande, Kabupaten Serang.

“Awal mula kedua tersangka meminum minuman alkohol jenis anggur merah di Kawasan Industri Modern Cikande. Lalu tersangka FS berkomunikasi dengan korban lewat chat WA, hingga akhirnya korban mau dan dijemput di pinggir jalan menggunakan motor Yamaha Vixion,” ujarnya.

Mariyono menjelaskan, korban yang diajak ke kawasan industri tersebut kemudian meminta kepada kedua pelaku untuk mengantar pulang. Namun karena sudah terlalu larut malam, korban dibujuk untuk ikut keduanya ke kontrakan FM. “Karena sudah terlalu malam dan hampir pagi, akhirnya korban dirayu agar menginap di kontrakan FM, dan korban pun mau,” jelasnya.

Mariyono mengungkapkan, setibanya di kontrakan penjual nasi goreng tersebut, korban disetubuhi secara bergilir oleh kedua pelaku. Di tempat lain, orangtua korban mencari korban karena tidak pulang. “Korban ditemukan masih berada di dalam kontrakan,” ungkapnya.

Mariyono menambahkan, atas kejadian itu korban mengalami trauma dan robek pada bagian intimnya. Tidak terima dengan perbuatan kedua pelaku, orangtua korban melaporkannya ke Polres Serang.

“Barang bukti yang kita amankan 1 unit motor Yamaha Vixion sebagai sarana kejahatan dan 1 buah kasur Palembang warna hijau sebagai alas. Modus operandinya, melakukan bujuk rayu dan rangkaian kebohongan korban disetubuhi secara bergantian,” tambahnya.

Atas peristiwa itu, kedua pelaku akan dijerat pasal 81 ayat 1 dan 2 Jo pasal 82 ayat 1 Undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 3 tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Untuk ancaman pidananya paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar,” tegasnya. (darjat/rahmat) 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp