DaerahSerang
Trending

Menangkan Sepupu Hingga Istri, Para Politikus Bakal “Turun Gunung” di Pilkades Serentak Kabupaten Serang

SERANG, BANTEN RAYA – Sejumlah politikus yang duduk di kursi DPRD Kabupaten Serang bakal “turun gunung” untuk memenangkan bakal calon kepala desa (kades) yang didukungnya pada Pilkades serentak yang akan digelar tahun ini.

Politikus Golkar Ahmad Zaini mengaku, belum lama ini telah mengumpulkan tim sukses (timses) yang akan berjuang memenangkan Kursinah yang tak lain adalah istrinya untuk kembali memimpin Desa Dahu, Kecamatan Cikuesal.

“Insya Allah ibu (menyebut Kursinah-red) akan maju kembali. Mohon doanya saja semoga diberikan yang terbaik. Untuk tim sudah ada pertemuan,” kata Zaini kepada Banten Raya, belum lama ini.

Untuk memenangkan bakal calon kades petahana itu, pihaknya telah membuat relawan yang dinamakan Barisan Kursinah Dahu Damai Amanah Maju Aman Sejahtera (Berkuddamas).

“Kita belum tahu nanti di Desa Dahu berapa calon yang akan maju, berapapun yang maju tidak masalah karena Pilkades adalah pesta demokrasi,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Serang itu.

Politikus lain yang juga akan “turun gunung” untuk memenangkan calon kades yakni Dahyani, Ketua DPC PKB Kabupaten Serang itu juga mengaku akan membantu memenangkan Edo Saepudin menjadi calon Kades Mander, Kecamatan Bandung.

“Kebetulan beliau (Edo Saepudin-red) masih saudara juga dan sudah dua periode menjabat. Informasi yang mau maju lebih dari lima orang tapi belum ada yang keliatan aktif sosialisasi,” katanya.

Selain Zaini dan Enday, politikus Berkarya yaitu, Badri Sutyadi Satibi mengaku mendukung sepupunya yang akan maju menjadi calon Kades Kadubereum, Kecamatan Pabuaran.

“Insya Allah ada sepupu yang mau dibantu. Mau maju di Desa Kadubereum, namanya nanti saya kasih tahu,” kata Badri.

Mantan politikus Hanura itu juga mengungkapkan, sudah ada beberapa calon kepala desa yang datang ke rumahnya untuk meminta dukungan seperti calon Kades Curug Goong, Kecamatan Padarincang dan calon Kades Sindanglaya, Kecamatan Cinangka.

“Ada juga dari calon Kades Pondok Kahuru dan calon Kades Ujung Tebu, Kecamatan Ciomas yang sudah datang ke rumah. Kalau saya tidak langsung memberikan dukungan tapi saya tanya dulu kesiapannya, baik modal sosial maupun modal materinya,” tuturnya.

Badri menjelaskan, modal sosial dan modal materi yang cukup saat diperlukan ketika seseorang akan maju mencalonkan diri menjadi kepala desa. 

“Kalau saya memberikan saran sama yang datang ke rumah agar ngobrol dulu sama keluarganya. Terus saya tanya juga kesiapan modal materinya karena walaupun hanya untuk makan bacakan, biasanya ada yang habis sampai ratusan juta,” ungkapnya.

Sementara itu, Mawardi, politikus Golkar asal daerah pemilihan (Dapil) Serang 5 mengaku, sejumlah calon kades sudah datang ke rumahnya untuk meminta restu dan dukungan.

“Sudah ada beberapa calon yang datang ke rumah, ada dari Desa Pelamunan dan Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, ada juga calon dari Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurang, dan dari Desa Banyuwangi, Kecamatan Puloampel,” katanya.

Ia mengungkapkan, semua calon kades yang datang ke rumahnya merupakan petahana. “Mereka menyampaikan ada yang belum terselesaikan jadi ingin melanjutkan pengabdiannya. Kalau selama itu baik buat masyarakat pasti kita dukung,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Rudi Suhartanto mengatakan, terdapat 114 desa yang yang mengikuti Pilkades serentak tahun ini.

“Tahapan kemungkinan dimulai Februari-Maret ini. Untuk hari pelaksanaannya antara Juni atau Juli, kalau pelantikanya Agustus,” ujar Rudi. (tanjung/fikri)

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp