DaerahHukum & KriminalSerang
Trending

Pembeli yang Ajak COD Tenyata Polisi, Pengedar Sabu Akhirnya Kena Bekuk

SERANG, BANTEN RAYA- AL (47), pengedar narkoba jenis sabu ditangkap anggota Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang. AL ditangkap bersama dua rekannya, NR (39) dan AP (34), di lokasi terpisah di wilayah Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang. Ketiganya tertangkap setelah anggota polisi menyamar menjadi pembeli dengan mengajak transaksi cash on delivery (COD) atau bayar di tempat.

Kapolres Serang AKBP Mariyono mengatakan, penangkapan ketiga pelaku penyalahgunaan narkoba itu berhasil setelah anggota Satnarkoba berpura-pura menjadi pembeli dan melakukan transaksi di Jalan Raya Serang.

“Kita mendapatkan informasi bahwa tersangka AL ini sering melakukan transaksi di wilayah Kecamatan Cikande. Selanjutnya personel Satresnarkoba mengatur strategi dengan melakukan undercover buying (menyamar sebagai pembeli). Pelaku akhirnya kita tangkap di Jalan Raya Serang-Jakarta, Desa Parigi, Kecamatan Cikande,” katanya kepada Banten Raya, Selasa (16/2/2021).

Menurut Mariyono, setelah warga Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang ini ditangkap, kepolisian melakukan pengembangan dan mendapatkan informasi jika sabu milik AL dititipkan di rumah dua orang sahabatnya.

“Tersangka AL ini mengaku memiliki beberapa paket sabu lainnya di tersangka NR dan AP. Kalau dari tangan tersangka AL ini, kami berhasil mengamankan 5 paket sabu,” ujarnya.

Mariyono menjelaskan, kepolisian kemudian melakukan pengejaran terhadap tersangka NR dan AP warga Kecamatan Jayanti dan Solear, Kabupaten Tangerang. Keduanya berhasil diamankan di rumahnya masing-masing.

“Dalam penggeledahan dari kedua tersangka itu, petugas mendapat barang bukti 8 paket sabu. Jadi jumlah paket sabu yang berhasil diamankan dari ketiga tersangka sebanyak 13 paket,” jelasnya.

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Trisno Tahan Uji mengatakan, tiga belas paket sabu yang diamankan adalah milik tersangka AL. Barang haram tersebut diakui didapat dari seorang bandar di Jakarta Barat. 

“Tersangka mengaku belum lama menggeluti bisnis narkoba karena terdesak kebutuhan hidup. Dalam menjalankan bisnis haram ini, tersangka AL memang dibantu NR dan AP,” katanya.

Trisno menegaskan, dalam kasus ini ketiga pelaku dapat dijerat dengan pasal 111 dan 112 Undang-undang narkotika nomor 35 2009 dengan ancaman hukuman kurungan penjara selama 20 tahun. “Kita masih melakukan pengembangan, dan mengejar pemasoknya,” tegasnya. (darjat/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp