DaerahSerang
Trending

Pengemudi Ojol Ini Olah Ganja Jadi Cairan Vape Hingga Kue Brownies, BNN Langsung Gerebek

SERANG, BANTEN RAYA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten berhasil mengungkap penanaman dan pengolahan ganja di Kompleks Pesona Cilegon, Kelurahan Kertasana, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang. Tak hanya ditanam, ganja tersebut diolah menjadi cairan vape, brownies dan makanan lainnya. 

Dalam pengungkapan kasus itu juga, petugas mengamankan dua orang pelaku, 1,3 kilogram ganja kering dan 11 pohon ganja.

Kepala BNNP Banten Brigjen Hendri Marpaung mengatakan, pengungkapan pengiriman ganja itu terjadi pada 13 Januari 2020. Awalnya BNNP Banten mendapatkan informasi dari Bea Cukai mengenai adanya pengiriman ganja melalui Kantor Pos di Kota Cilegon.

“Dari informasi itu kita berhasil mengamankan 1,3 kilogram ganja dengan alamat pengiriman ke tersangka MR (20) di Kampung Sukajadi, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak,” katanya kepada awak media saat ekpose pengungkapan ganja dan sabu di Kantor BNNP Banten, Rabu (27/1/2021).

Menurut Hendri, pihaknya kemudian mengamankan MR di rumahnya. Dari keterangannya, didapati jika ganja berasal dari Aceh itu merupakan pesanan ST (22) warga Komplek Pesona Cilegon, Kelurahan Kertasana, Kecamatan Bojonegara yang berprofesi sebagai tukang ojek online (ojol). ST juga tercatat sebagai anggota perkumpulan Lingkar Ganja Nusantara (LGN) atau organisasi yang mendukung legaliasi ganja.

“Saat Tim BNNP bergerak kerumah ST, ditemukan 6 pot berisi 11 tanaman ganja yang telah berusia 6 bulan. Mereka bercocok tanam berjenis ganja dengan memakai pupuk biasa,” jelasnya.

Selain menanam, tanaman ganja yang ditanam oleh ST diolah menjadi sebuah ekstrak untuk bahan baku brownies, makanan hingga cairan vape untuk rokok elektrik. “Mereka olah untuk dikonsumsi sendiri,” tuturnya.

Hendri menegaskan, akibat perbuatannya, kedua tersangka itupun dijerat pasal 114 ayat 2, dan pasal 111 ayat 2, Jo pasal 132 ayat 1, Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukuman palingan sedikit 4 tahun dan maksimal 20 tahun,” ujarnya. (adel)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp