Serang
Trending

Petani Cikeusal Berhenti Gunakan Pupuk Urea

SERANG, BANTEN RAYA – Beberapa petani padi di Kampung Pasir Muncang, Desa Panosogan, Kecamatan Cikuesal sudah tidak lagi menggunakan pupuk urea untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman padinya. Mereka lebih memilih menggunakan pupuk cair.

Salah seorang petani bernama Mursa mengaku, sudah tiga musim tanam padi ia dan beberapa petani lainnya menggunakan pupuk cair bio protektan yang diciptakan warga setempat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman padinya.

“Kita sudah tiga musim ini tidak lagi pakai pupuk urea atau pestisida. Alhamdulillah hasilnya lebih bagus pakai pupuk cair daripada pakai pupuk urea,” kata Mursa kepada Banten Raya, Minggu (14/3).

Ia mengungkapkan, penggunaan pupuk cair selain menghasilkan padi lebih banyak, juga bisa menekan biaya yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan memakai pupuk urea.

“Biasanya saya untuk lahan 1.000 meter kalau pakai pupuk urea dapatnya 400 kuintal tapi kalau pakai pupuk cair hasilnya bisa mencapai 800 kuintal, jadi naiknya dua kali lipat,” ujarnya.

Kemudian, jika menggunakan pupuk urea dalam sekali musim tanam pemberian pupuk bisa mencapai tiga kali.

“Sekali pemberian bisa 50 kilogram. Kalau pakai pupuk cair cukup lima liter,” ungkapnya.

Sementara itu, pendamping petani di Desa Panosogan, Kecamatan Cikeusal Marpindo Desra mengatakan, untuk di Desa Panosogan sudah ada 10 orang petani yang tidak lagi menggunakan pupuk urea.

“Untuk hasil lebih baik dan lebih banyak. Kemudian juga penggunaan pupuk cair bio protektan ramah lingkungan dan tidak merusak ekosistem yang ada,” katanya.

Saat ini pupuk cair bio pritektan ini sudah digunakan oleh petani padi di Madiun, Jawa Timur, Cianjur dan Sukabumi, Jawa Barat, Lampung, dan petani di Kalimantan.

“Kalau petani di Kabupaten Serang yang sudah pakai di Kecamatan Pamarayan, Kragilan, Jawilan, Padarincang, dan di Kecamatan Cinangka,” tuturnya. (tanjung)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp