DaerahPandeglangSerangWisata & Kuliner
Trending

Sepi, Okupansi Hotel di Anyer-Cinangka Selama PPKM Darurat Hanya 3 Persen

SERANG, BANTEN RAYA – Okupansi beberapa hotel di kawasan pariwisata Anyer-Cinangka turun drastis selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. Bahkan, okupansi hotel hanya 3 persen.

Room Division Manager Marbella Hotel dan Convention Anyer I Gede Paksi Wira Buana mengatakan, sebelum PPKM Darurat diterapkan pada 3 Juli para tamu hotel melakukan pembatalan pesanan termasuk kegiatan grup.

“Okupansi drop, kalau weekday di bawah 5 persen antara 3 sampai 4 persen. Untuk weekend di bawah 15 persen. Jadi kebanyakan tamu lokal Serang-Cilegon yang menginap,” ujar Paksi, Selasa (20/7/2021).

Ia mengungkapkan, lantaran kondisi hotel yang sepi pihak hotel melakukan efisiensi dengan meliburkan pegawai harian dan pegawai tetap masuk dengan menyesuaikan tingkat hunian. “Pihak managemen berusaha keras agar hotel tetap beroperasi dimasa PPKM Darurat seperti ini,” katanya.

BACA JUGA: Pelonggaran PPKM Darurat Dimulai 26 Juli, Ini Ketentuannya

Sementara itu, General Manager (GM) Aston Anyer Beach Hotel Dodi Faturahman mengatakana, selama penerapan PPKM Darurat okupansi hotel turun drastic bahkan sampai ke 0 persen untuk beberapa hari.

“Untuk weekend paling tinggi 30 persen. Ini tingkat hunian terburuk selama hotel beroperasi. Karyawan mulai minggu ini akan mulai dirumahkan 50 persen dari total hari mereka bekerja,” kata Dodi.

Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel

Pihak hotel juga megambil kebijakan mengurangi biaya gaji karyawan  untuk menutupi kebutuhan operasional karena untuk biaya listrik, pajak, dan biaya lain seperti TV tidak bisa dikurangi karena tidak ada kebijakan dari pemerintah.

“Enggak ada kebijakan apapun baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Kalau untuk harga sewa kamar di Aston sudah turun jauh. Di Aston malam Minggu biasanya harga kamar terendah Rp1,3 juta sekarang hanya Rp700 ribu,” ungkapnya. (tanjung)

Related Articles

Back to top button