DaerahHukum & KriminalSerang
Trending

Sopir Pembunuh Tetangga Lantaran Depresi Terdampak Covid-19 Masih Berkeliaran

SERANG, BANTEN RAYA – Kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap Misnan (40), sopir truk yang telah membunuh Ato Supanta (60), warga Kampung Cipacung, Desa Sidamukti, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang pada Jumat (15/1/2021) pagi.

Kapolsek Baros AKP R Siahaan mengatakan, kepolisian hingga kemarin masih terus memburu pelaku penusukan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia. Pelaku melarikan diri ke dalam hutan saat hendak ditangkap. “Informasi yang kita dapat pelaku masuk hutan, namun pencarian belum membuahkan hasil, masih kita cari,” katanya kepada Banten Raya, Senin (18/1/2021).

Selain ke hutan, beberapa teman seprofesinya mengaku sempat didatangi pelaku. Di sana pelaku meminta uang yang diduga akan digunakan untuk melarikan diri. “Setelah kejadian itu (penusukan-red) pelaku menemui teman-temannya yang juga sopir untuk minta duit,” jelasnya.

Siahaan meminta kepada pelaku agar segera menyerahkan diri. Bahkan dirinya telah memerintahkan anggotanya untuk mengambil sikap tegas sesuai prosedur tetap (protap) anggota Polri. “Bagi masyarakat yang melihat pelaku segera melapor kepada kepolisian,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Sidakmukti Juhri mengungkapkan, penusukan itu bermula saat pelaku melempari rumah korban. Keponakan korban kemudian memberitahukan korban yang saat itu tengah berada di kebun. “Korban kemudian menegur pelaku. Terus terjadi perkelahian dan korban ditusuk,” ungkapnya.

Juhri menambahkan, setelah melakukan penusukan, pelaku sempat mendatangi rumahnya, dan kembali berbuat onar dengan memalak warga.

“Dia datang ke sini meminta uang ke anak saya, Heri. Pelaku bahkan memukul punggung anak saya, karena takut akhirnya pelaku dikasih uang Rp100 ribu. Setelah dari sini dia ke rumah keponakan dan kembali memukul keponakan sampai memar,” tambahnya.

Menurut Juhri, pelaku cukup dikenal oleh warga Kampung Cipacung. Pria yang berprofesi sebagai sopir truk trailer lintas Sumatera itu diduga mengalami depresi, setelah dirumahkan oleh perusahaan karena dampak pandemi Covid-19.

“Awalnya normal, tapi setelah di rumahnya seperti orang stres mungkin karena tekanan ekonomi. Memang sebelumnya pelaku pernah memiliki riwayat gangguan kejiwaan,” ujarnya. (darjat/rahmat)

 

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp