Hukum & KriminalLebakSerang
Trending

Sopir yang Bunuh Tetangga Karena Depresi Terdampak Covid-19 Terlihat Mengemis di Lebak

SERANG, BANTEN RAYA- Misnan (40), pelaku penusukan yang menyebakan tetangganya, Ato Supanto (60), warga Kampung Cipacun Desa Sidamukti, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang tewas, terdeteksi di wilayah Rangkasbitung, Lebak. Di sana, warga melihat pelaku tengah mengemis di tempat peziarahan makam keramat.

Kapolsek Baros AKP R Siahaan mengatakan, kepolisian telah menyebar foto pelaku di beberapa tempat di wilayah Banten. Hasilnya diperoleh informasi jika sopir truk tersebut sempat terlihat di Rangkasbitung sedang mengemis.

“Terakhir ada warga yang melihat pelaku memakai baju hitam kotak-kotak dan pakai sendal jepit di Rangkasbitung sedang mengemis,” katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Siahaan, kepolisian telah menerjunkan tim untuk mengejar pelaku. Diduga pria yang diklaim depresi itu selalu berpindah-pindah, guna menghindari kejaran polisi.

“Ada tujuh anggota kami yang sudah melaksanakan pengejaran DPO (daftar pencarian orang) ini sampai Rangkasbitung. Bahkan kita kejar sampai ke wilayah Gunung Karang, Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.

Siahaan menambahkan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap keluarga pelaku. Namun pihaknya tidak mendapat informasi terkait keberadaan pelaku. “Keterangan keluarga, pelaku tidak ada masalah. Masyarakat juga siap membantu kami mencari pelaku,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Sidakmukti Juhri mengungkapkan bahwa penusukan itu bermula saat pelaku melempari rumah korban. Keponakan korban kemudian memberitahukan korban yang saat itu tengah berada di kebun. “Korban kemudian menegur pelaku. Terus terjadi perkelahian dan korban ditusuk,” ungkapnya.

Juhri menambahkan, setelah melakukan penusukan, pelaku sempat mendatangi rumahnya dan kembali berbuat onar dengan memalak warga. “Dia datang ke sini meminta uang ke anak saya, Heri. Dia bahkan memukul punggung anak saya, karena takut akhirnya pelaku dikasih uang Rp100 ribu. Setelah dari sini dia ke rumah keponakan dan kembali memukul keponakan sampai memar,” tambahnya.

Menurut Juhri, pelaku cukup dikenal oleh warga Kampung Cipacung. Pria yang berprofesi sebagai sopir truk trailer lintas Sumatera itu diiduga mengalami depresi, setelah dirumahkan oleh perusahaan karena dampak pandemi virus korona.

“Awalnya normal, tapi setelah di rumahnya seperti orang stres, mungkin karena tekanan ekonomi. Memang sebelumnya pelaku pernah memiliki riwayat gangguan kejiwaan,” ujarnya. (darjat/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp