DaerahSerang
Trending

Sudah Tiga Kali Demo, Sudah Gelar Pertemuan, tapi Nasib Karyawan Marbella Masih Belum Jelas

SERANG, BANTEN RAYA – Tuntutan karyawan Marbella Hotel, Covention dan Spa Anyer agar hak-hak mereka seperti pembayaran tunjangan hari raya (THR), pembayaran gaji belum menemui kejelasan. Sebab, pihak manajemen belum bisa memenuhi tuntutan karyawannya karena perusahaan dikabarkan tidak memiliki uang.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang Iwan Setiawan mengatakan, pihaknya telah memediasi antara karyawan hotel Marbella dengan pihak perusahaan.

“Hari Senin (31/5/2021) kemarin suda ada mediasi, kedua belah pihak sudah kita panggil tapi belum ada keputusan dan ada hasil,” kata Iwan, kemarin.

Ia mengungkapkan, pihak Marbella Hotel, Covention dan Spa Anyer yang diwakili direkturnya bernama Abas belum bisa mengambil keputusan terhadap tuntutan para karyawannya.

“Jadi ditampung dulu apa yang dicurhatkan karyawannya dan Pak Abas mau ketemu owner perusahannya. Katanya, tanggal 11 Juni akan ada berita dan nanti ada pertemuan lagi,” ujarnya.

Iwan menuturkan, pihak perusahaan mengaku sudah tidak ada uang lagi untuk bisa memenuhi tuntutan karyawannya. Akan tetapi, pihaknya meminta agar pihak perusahaan mengusahakan walaupun tidak maksimal sehingga ada harapan bagi para karyawan.

“Soal ketenagakerjaan juga sama belum ada sikap karena perusahaan enggak ada uang. Mau melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) juga enggak ada uangnya. Kita sudah melakukan upaya untuk mencari solusi,” ungkapnya.

Perwakilan Marbella Hotel, Covention dan Spa Anyer Abas mengatakan, pihaknya akan menyampaikan hasil mediasi tersebut kepada owner perusahaan untuk dikaji sebelum diambil keputusan akhir.

“Karena ini menyangkut soal uang, kemungkinan jika kondisinya tidak seperti ini masalah ini tidak akan terjadi. Keinginan owner kita bertahan dulu sekarang ini sampai kondisi normal setelah itu karyawan dipekerjakan lagi,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi, dan Umum (FSKPKEP) Kabupaten Serang Yon Sepryanto Putra menjelaskan, pihak organisasi tetap membuka ruang mediasi dengan perusahaan.

BACA JUGA: Dicuekin Manajemen, Karyawan Hotel Marbella Anyer Kembali Gelar Aksi Unjuk Rasa

“Kita ingin perosalan ini bisa selesai melalui musyawarah dan tidak perlu ada litigasi. Tapi kalau ternyata tidak bisa diselesaikan apabila buat kita akan lakukan upaya-upaya hukum sesuai yang diatur dalam undang-undang,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, beberapa hal yang menjadi tuntutan karyawan yaitu, pembayaran THR tahun 2020 dan 2021, pembayaran sisa upah kerja, dan iuran BPJS Ketenagakerjaan yang tidak dibayarkan.

“Semua hak-hak kita belum dipenuhi oleh perusahaan,” tuturnya.

Diberitankan sebelumnya, karyawan Marbella Hotel, Covention dan Spa Anyer kembali memggelar aksi unjuk rasa untuk ketiga kalinya, Sabtu (29/5/2021). Aksi digelar lantaran pihak manajemen belum juga merespons tuntutan para karyawan. (tanjung/fikri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp