DaerahSerangWisata & Kuliner
Trending

Tak Ingin Ada Tsunami Covid-19, TNI-Polri Diminta Pelototi Pantai Umum

SERANG, BANTEN RAYA – Sebagai upaya mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 pada perayaan Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang telah berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk mengatur mobilitas masyarakat di wilayah Kabupaten Serang. 

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, pihaknya bersama TNI-Polri akan menjalankan arahan larangan mudik dengan memperketat di wilayah perbatasan Kabupaten Serang. Salah satu upayanya adalah dengan melakukan penyekatan.

“Lokasi penyekatan sudah diatur dan larangan mobilisiasi antar daerah diperketat mulai 22 April kemarin,” kata Tatu di gedung DPRD Kabupaten Serang, Jumat (30/4/2021). 

Ia menjelaskan, untuk masyarakat yang tinggal di Serang raya, Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak bisa melakukan kegiatan di wilayah tersebut namun dilarang untuk berkunjung ke wilayah Tangerang. 

“Untuk Kabupaten Serang kan punya daerah wisata, kita sudah rapat dengan Polres dan Kodim untuk berbagi tugas. Kalau hotel sudah kita mengeluarkan edaran apa yang harus mereka lakukan sesuai arahan pusat,” ujarnya. 

Namun untuk pantai-pantai umum, Tatu mengatakan perlu pengawasan yang ketat agar semua pengunjung tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. 

“Yang agak sulit pantai terbuka, saya minta kapolres dan dandim melalui Babinsa dan Babinkamtibmasnya untuk mengarahkan masyarakat di pantai terbuka agar menjaga prokes,” tuturnya. 

Baca juga

Wisata Edukasi Flora dan Fauna, Bawa Keluarga ke Hutan Kota Serang Saja

Tatu mengimbau kepada semua pihak agar tetap waspada sehingga kejadian tsunami Covid-19 yang terjadi di India tidak terjadi di Indonesia. 

“Jangan sampai moment Idul Fitri ini menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Kita harus waspada, prokes harus tetap dijaga,” katanya. (tanjung) 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp