DaerahSerang
Trending

Tak Jelas Pertanggungjawabannya, Bupati Serang Polisikan Penggunaan Dana Rp11 Miliar PT Serang Berkah Mandiri

SERANG, BANTEN RAYA – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah melaporkan penggunaan dana Rp11 miliar oleh PT Serang Berkah Mandiri (SBM) ke Polres Serang, belum lama ini. Hal tersebut dilakukan lantaran pengurus lama badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemkab Serang itu tak bisa mempertanggungjawabkan pengunaannya. 

Informasi yang dihimpun, dana tersebut digunakan oleh manajemen yang lama untuk proyek pembangunan tower Protelindo dan proyek pembangunan infrastruktur di Mesuji, Lampung. 

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, PT SBM sampai saat ini belum bisa mempertanggungjawabkan penggunaan dana sebesar Rp11 miliar. 

“Kita sudah melaporkan, terutama untuk PT SBM ada dana sekitar Rp11 miliar belum jelas pertanggungjawabannya,” kata Pandji, Jumat (12/2/2021). 

Ia mengungkapkan, pelaporan dilakukan agar tidak ada kesan pembiayaran atas penggunaan dana oleh perusahaan plat merah yang terancam dibubarkan itu. 

“Di Protelindo Rp7 miliar dan di Mesuji Rp4 miliar. Itu yang sudah dilaporkan oleh Ibu Bupati langsung kepada Polres Serang untuk diusut. Kalau didiamkan disangkanya ada pembiaran,” ujarnya. 

Disinggung soal PT SBM dan PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Ciomas yang berpotensi dibubarkan, Pandji tidak menampik hal tersebut. 

“Tapi nanti tergantung dari RUPS (rapat umum pemegang saham). Apakah dilanjut atau dibekukan, tapi potensi ke arah sana (dibubarkan-red) karena dewan yang ngomong tidak salah,” tuturnya. 

Pandji menuturkan, sebenarnya PT SBM bisa saja disehatkan namun saat ini PT SBM sudah tidak memiliki dana akibat miss manajemen kepengurusan yang lama. 

“Dua kali penyertaan modal dipending terus. Jadi itu penyebab dua orang direksi yang baru (Didin Wardiono dan Ahmad Edi-red) mengundurkan diri karena mungkin mikirnya mau kerja apalagi,” katanya. (tanjung)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp