DaerahSerang
Trending

Ternyata! Setelah Diskotek JLS Ditutup, Para Pemandu Lagu Pindah Tempat Cari Pelanggan ke Sini

SERANG, BANTEN RAYA – Pemandu lagu (PL) tempat hiburan malam (THM) atau diskotek di Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang masuk wilayah Kabupaten Serang diduga pindah tempat ke warung remang-remang (warem) dalam melakukan aktivitasnya. Sebab, THM tempat mereka bekerja sebelumnya ditutup permanen oleh Pemkab Serang.

Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang Mujtahidi mengatakan, pihaknya terus melakukan patroli untuk memantau 11 THM yang telah ditutup.

“Setiap malam kita terus melakukan pemantauan sejak dilakukannya penutupan THM Senin (15/2/2021) kemarin. Kita menugaskan anggota Satpol PP kabupaten dan kecamatan. Rencana pemantauan sampai malam Minggu (20/2/2021),” ujarnya Rabu (17/2/2021).

Ia memastikan, THM atau diskotek yang telah ditutup permanen tersebut tidak ada yang dibuka lagi oleh pemiliknya, termasuk segel yang dipasang juga tak dirusak. 

“Tapi dampaknya, para PL yang biasa beraktivitas di THM pada lari ke warung remang-remang,” ujarnya.

Bahkan, dari informasi yang diperoleh di lapangan, kegiatan di warem-warem lebih berani karena laki-laki dan perempuan berkumpul dan berjejer sambil minum-minuman. 

“Suara musiknya juga tambah keras-keras seperti menantang gitu,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku tidak bisa menertibkan warem yang ada di JLS karena mereka berada di atas trotoar yang dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. “Untuk warem kita tidak punya kewenangan menertibkan, tapi tetap kita koordinasikan dengan Satpol PP Kota Cilegon,” tuturnya.

Mujtahidi berharap, Dinas Satpol PP Provinsi Banten yang langsung turun untuk menertibkan warem tersebut karena masuk masuk lintas wilayah. 

“Kalau tindak lanjut dari penemuan gudang miras itu ranahnya Polres. Pasti pihak kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Serang Aep Saefulloh meminta kepada Dinas Satpol PP untuk berkoordinasi dengan Dinas Satpol PP Provinsi dan Dinas Satpol PP Kota Cilegon untuk menertibkan warem tersebut.

“Yang kita ketahui bersama yang terlalu mencolok warem-warem yang ada di sana (JLS-red). Kalau setelah kegiatan penutupan dan penyegelan kemarin waremnya tetap ada aktivitas harus segera ditertibkan,” ujarnya.(tanjung/fikri)

 

 

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp