Serang
Trending

Wanginya Semerbak, Kabupaten Serang Ternyata Punya 20 Hektare Kebun Bunga Sedap Malam

SERANG, BANTEN RAYA – Bupati Serang Rt Tatu Chasanah bersama Kepala Dinas Pertanian Zaldi Dhuhan dan para petani menggelar panen bunga sedap malam di Desa Bugel, Kecamatan Padarincang. Dalam kesempatan itu Tatu mendorong pengembangan agrowisata di jalur lintasan Anyer-Cinangka untuk mendukung penjualan bunga sedap malam.

“Padarincang ini ada potensi pertanian yaitu, pengembangan bunga sedap malam dan Bu Cucu (petani bunga sedap malam-red) sudah bertani bunga sedap malam ini sudah 10 tahunan,” ujar Bupati Serang di sela-sela kegiatan panen bunga sedap malam, Rabu (16/6).

Ia menjelaskan, pemasaran untuk bunga sedap malam sudah bagus dan jika dihitung-hitung secara ekonomi juga bagus untuk usaha. “Akan kita perbesar (kembangkan-red) di sini. Saya sudah berdiskusi dengan penyuluh dan petani coba agar lintasan Anyer-Cinangka (Palka-red) ini bisa dikembangkan agrowisata, ada pertanian dan peternakan,” katanya.

Tatu menuturkan, dengan adanya agrowisata selain untuk memudahkan penjualan juga menjadi alternatif berwisata bagi wisatawan yang berkunjung ke Anyer-Cinangka. “Yang berwisata di Anyer-Cinangka tidak hanya main ke pantai tapi mereka bisa beli bunga sedap malam dengan cara metik sendiri. Di sini ada 10 hektare tanaman sedap malam,” paparnya.

Selain sudah memiliki pasar sendiri, di Rawa Belong Jakarta Barat yang menjadi pusat jual beli bunga masih banyak membutuhkan bunga sedap malam. “Untuk pemda bisa masuk dari permodalannya karena sedap malam ini baru bisa panen 7 bulan. Terus ada permintaan agar akses jalan masuk ke pertanian diperbaki,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana mengungkapkan, setiap tahun rata-rata petani menanam sedap malam seluas 20 hektare namun untuk tahun ini hanya 16 hektare karena ada 6 hektare di Kecamatan Baros tidak ditanami.

“Kalau potensi dari 1 hektare bisa sampai 500 ribu tangkai selama dua tahun, jadi produksi cukup besar dan harga sejak Covid-red rata-rata Rp1.000 per tangkai. Biasanya, harga tertinggi pada saat Idul Fitri dan Imlek itu bisa mencapai Rp4.000 per tangkai,” ujarnya.

Ia menilai, bertani bunga sedap malam merupakan potensi yang sangat besar terlebih bupati mengarahkan untuk bekerjasama dengan hotel dan restoran yang ada di Anyer-Cinangka dan Kota Serang. “Sebenarnya daripada menjual ke Rawa Belong harapan kami petani bisa bersatu bersama-sama bisa mensuplai perusahaan secara kontinu karena hotel dan restoran pengen disuplai secara kontinu,” katanya. (tanjung/fikri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp