DaerahPendidikan
Trending

SMAN 1 Cikande Gelar Seminar Belajar Asyik di Era Digital

SERANG, BANTEN RAYA- Dalam rangka membudayakan digitalisasi di lingkungan sekolah, SMA Negeri 1 Cikande menggelar Seminar Belajar Asyik di Era Digital. Kegiatan yang diikuti oleh 56 orang tersebut menggunakan protokol kesehatan.

Kepala SMAN 1 Cikande Mulyadi menyampaikan, Seminar Belajar Asyik di Era Digital bisa dimaknai bagaimana guru bisa menciptakan kondisi belajar yang mengasyikan, menggairahkan dan membangkitkan semangat yang tidak membuat peserta didik jenuh.

Ia mengaku ide ini muncul dilatarbelakangi kegiatan belajar mengajar daring yang dilaksanakan satuan pendidikan selama satu tahun. Agar peserta didik tidak jenuh, maka sekolah dituntut untuk lebih kreatif dan menciptakan inovasi baru dalam kegiatan belajar mengajar daring.

Related Articles

“Salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan dalam bentuk seminar kepada guru di lingkungan SMA negeri 1 Cikande,” kata Mulyadi, kemarin.

Agar kegiatan tersebut berkualitas, lanjut Mulyadi, pihak sekolah mengundang sejumlah pembicara yang kompeten dibidangnya, seperti kepala sekolah dan tim IT dari Penerbit Erlangga.

Adapun tujuan kegiatan ini, kata Mulyadi, diantaranya adalah memberikan fasilitas beragam kepada guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran berbasis digital, dan mengoptimalkan penggunaan buku digital dan perpustakaan digital yang sudah tersedia di sekolah.

Dalam kesempatan itu, Mulyadi berharap dengan adanya beragam fasilitas yang diberikan sekolah, maka kegiatan belajar mengajar daring akan lebih asyik dan lebih bergairah sehingga daya serap materi pelajaran akan lebih baik lagi.

“Kegiatan ini hanya dilakukan selama satu hari dengan memberapa materi, diantaranya adalah mengajarkan guru untuk mendownload e-book dan tergabung dalam e-library sekolah,” ungkap Mulyadi.

Sementara itu, dalam paparannya Mulyadi menyampaikan bahwa guru harus mampu menganalisa gaya belajar peserta didiknya. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menganalisa gaya belajar murid, adalah dengan melakukan pendataan gaya belajar peserta didik.

Kegunaan pendataan gaya belajar siswa agar dapat menjadi pedoman guru untuk melihat kecenderungan kecerdasan siswa, sehingga dapat disesuaikan dengan gaya mengajar guru; agar dapat digunakan untuk pembagian kelas sesuai dengan kecenderungan kecerdasan.

“Agar dapat digunakan sebagai data riwayat kecerdasan setiap siswa pada riset berikutnya, dan terakhir agar dapat digunakan untuk memilih jurusan di perguruan tinggi,” ujar Mulyadi menjelaskan. (satibi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp