DaerahPemprov Banten

Soal Kerumunan Massa HRS di Bandara, WH : Tidak Ada Hubungannya dengan Gubernur Banten

SERANG, BANTEN RAYA – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menyatakan jika kerumuman massa saat penjemputan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) pada 10 November lalu tak ada hubungannya dengan pemerintah daerah di Banten.

Seperti diketahui, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat memertanyakan kepala daerah yang menjadi titik awal kerumunan kasus HRS tidak turut diperiksa polisi. Bandara Soetta sendiri berada di wilayah Provinsi Banten.

“Soal kedatangan Habib Rizieq, termasuk kedatangan, pulang, pergi, berangkat. Datang pulang pergi, yang terjadi di bandara tidak ada hubungannya dengan Gubernur Banten, termasuk bupati dan walikota (di Banten),” ujarnya melalui youtube channelnya di Gubernur Banten Wahidin Halim, Rabu (16/12/2020).

Mantan Walikota Tangerang itu menjelaskan, soal kerumuman di Bandara Soetta menjadi otoritas pihak bandara yang tidak bisa diintervensi oleh pemerintah setempat maupun Pemprov. Protokol kesehatannya pun mengacu pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau berdasarkan instruksi dari pemerintah pusat.

“Begitu juga kerumunan di terminal 3 (Bandara Soetta) itu bukan wilayah yuridiksinya pemerintah kota/kabupaten maupun gubernur. Itu menjadi wilayah pengamanan dari pihak bandara itu sendiri. Keliru jika hal itu dikaitkan dengan gubernur termasuk bupati dan walikota,” katanya.

Oleh karenanya, ia merasa aneh jika ada pihak-pihak yang mengait-kaitkan antara kerumunan yang terjadi di bandara dengan tanggung jawab hukum Pemprov Banten. Pun demikian dengan pemerintah kabupaten/kota di Banten.

“Datang jam berapa pun kami-kami enggak tahu, pulang jam berapa pun kami-kami enggak tahu dan selama ini kami tidak pernah diberi tahu. Ini yang perlu saya jelaskan karena jangan sampai nanti kita terlibat dalam perdebatan-perdebatan yang tidak perlu. Urusan sebagai gubernur, bupati, walikota ini banyak,” ungkapnya.

Mantan anggota DPR RI itu juga berpesan agar masyarakat Banten tidak terpengaruh dengan komentar pihak lain yang tidak produktif.

“Kita hanya membuang waktu, jadi juga harus melihat dari persoalan secara proporsional. Jangan lalu kami yang ada di Banten dipersalahkan, apa hubungannya. Kami sedang melaksanakan tugas menangani covid, termasuk di dalamnya pemulihan ekonomi,” tuturnya. (dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d blogger menyukai ini: