DaerahPemprov Banten

Soal Penanganan Banjir, Pemprov Banten Diminta Ikut Turun Tangan

SERANG, BANTEN RAYA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten M Nawa Said Dimyati meminta Pemprov Banten membantu pemerintah kabupaten/kota dalam penanganan dampak bencana banjir belakangan ini. Hal tersebut dilakukan lantaran adanya keterbasan fiskal di daerah.

Politikus Partai Demokrat itu menuturkan, bencana banjir telah memberikan dampak yang luas. Ribuan rumah dan infrastruktur jalan dan jembatan mengalami kerusakan. Tentunya hal itu akan membuat pemerintah kabupaten/kota kewalahan jika tidak dibantu oleh Pemprov Banten. 

“Sejak Maret 2020, Pemerintah kabupaten/kota telah mengeluarkan anggaran yang lumayan besar untuk mengatasi pandemi Covid-19. Ditambah lagi sekarang banjir yang merusak rumah warga serta fasilitas lainnya seperti jalan dan jembatan,” katanya kepada awak media, Senin (14/12/2020).

Dalam situasi inilah Pemprov Banten mesti hadir dan memberikan jawaban atas kondisi yang terjadi saat ini. “Sekarang masyarakat sedang merasakan kesedihan. Pemerintah kabupaten/kota tidak bisa sendirian dalam menanganinya,” katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Nana Suryana mengatakan, di Banten terdapat empat daerah yang terdampak banjir dan longsor. Mereka terdiri atas Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan Kota Cilegon.

“Lebih dari 5.000 rumah yang terdampak, paling banyak Lebak dan Pandeglang. Ruas jalan ada beberapa (yang rusak),” ungkapnya.

Ia menegaskan, Pemprov Banten siap memberi bantuan. Untuk itu, pihaknya menunggu usulan dari pemerintah kabupaten/kota. “Tergantung nanti kan ada assessment dari kabupaten kota. Kalau bisa ditangai oleh Dinsos kabupaten/kota, kalau enggak bisa diusulkan. (Penanganannya) bisa melaui anggaran pemeliharaan yang rutin, kalau besar pakai BTT (belanja tak terduga) kalau nanti kabupaten/kota buat SK tanggap darurat,” pungkasnya. (dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp