DaerahTangerang
Trending

Pengawasan Jelang Lebaran, Petugas Temukan Kue Apem Mengandung Pewarna Tekstil

TANGERANG, BANTEN RAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Loka POM Kabupaten Tangerang menggelar pengawasan pangan jelang Lebaran di Pasar Modern Intermoda, Kecamatan Cisauk dan Supermarket di AEON Mall Pagedangan, Jumat (7/5/2021). Hasilnya, petugas menemukan makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya berupa pewarna tekstil.

Kepala Seksi Farmasi dan Pengawasan Keamanan Pangan Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Tangerang mengatakan, pengawasan digelar bertujuan untuk melindungi masyarakat​ dalam hal ketahanan pangan khususnya menjelang Idul Fitri ini.

Dari hasil pengawasan, terdapat satu sampel yang tidak memenuhi syarat lolos uji. Sampel itu adalah kue apem yang diduga mengandung Rhodamin B.

“Kita sampling 27 sampel jenis dan kita menemukan satu yang tidak memenuhi syarat yaitu kue apem. Diduga positif Rhodamin B atau pewarna tekstil,” ujarnya. 

Ia melanjutkan, pemeriksaan lebih terfokus dalam mengecek label pangan. Seperti pemeriksaan pangan industri rumah tangga (PIRT). Apakah izin edarnya masih berlaku atau sebaliknya serta sudah memenuhi ketentuan atau tidak.

“Karena terkadang masih ada beberapa label pangan yang tidak memenuhi ketentuan. Seperti tidak adanya label kedaluwarsa,” terangnya.

Ia juga mengimbau, kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam memilih makanan yang hendak dikonsumsi.

“Pastikan lakukan Cek-KLIK sebelum membeli, yaitu cek Kemasan, cek Label, cek Izin edar dan cek Kedaluwarsa produk,” tuturnya.

Kepala LOKA POM Kabupaten Tangerang Widya Savitri mengatakan, pengawasan dilakukan secara rutin, namun menjelang Ramadan dan Idul Fitri pengawasan dilakukan secara intens.

“Pengawalan keamanan pangan sudah dilakukan dari awal April. Kami akan terus lakukan pengawalan keamanan pangan sampai sehabis Lebaran,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, pada awal April sudah dilakukan pengawasan terhadap 17 sarana distribusi atau ritel dan 95 persen masih tidak memenuhi ketentuan. 

“Temuan-temuan terhadap pangan yang beredar terutama pangan olahan. Seperti misalnya pangan kedaluwarsa, pangan kemasan rusak dan didominasi pangan tanpa izin edar,” ucapnya.

BACA JUGA: Sidak di Pasar Induk Rau, Petugas Temukan Makanan Mengandung Bahan Berbahaya

Selain itu, juga dilakukan pengawasan takjil selama bulan Ramadan. Diakuinya, pangan takjil yang tidak memenuhi syarat sudah semakin menurun dari tahun ke tahun.

“Kami lakukan pengecekan terhadap 4 bahan berbahaya yang sering disalahgunakan yaitu Formalin, Boraks, Methanil yellow, dan Rhodamin B. Pelaku usaha dinilai sudah mulai menaati peraturan yang berlaku,” tuturnya. (*/nurdin)

Related Articles

Back to top button