DaerahPemprov BantenPendidikan
Trending

Tekan Angka Pengangguran, SMK Swasta di Banten Bakal Lebih Diberdayakan

SERANG, BANTEN RAYA – Untuk menekan angka pengangguran yang berasal dari lulusan SMK di Banten, Pemprov Banten dalam hal ini Bidang SMK pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten akan memberikan perhatian lebih kepada SMK swasta di Banten. Hal tersebut disampaikan Arkani, Kepala Bidang SMK pada Dindikbud Banten.

Kepada Banten Raya, Arkani mengaku untuk menekan angka pengangguran dari lulusan SMK. Pihaknya tidak hanya memberikan perhatian lebih kepada SMK negeri, namun SMK swasta juga akan menjadi perhatian serius.

Ia menilai, penyumbang pengangguran dari lulusan SMK tidak hanya berasal dari SMK negeri, namun juga berasal dari SMK swasta. Pemerintah Provinsi Banten melalui Dindikbud Banten akan melakukan pembenahan terhadap SMK negeri dan swasta di Banten.

Mantan Kepala Bidang Pendidikan Khusus ini menjelaskan, pembenahan yang dimaksud adalah dengan meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, memperbaiki kurikulum, memperbaiki sumber daya manusia (guru-red) dan menyaring jurusan yang ada di SMK negeri dan swasta yang sesuai dengan dunia kerja.

“Saat ini jumlah SMK negeri di Banten hanya 81 sekolah, sedangkan jumlah SMK swasta di Banten sebanyak 940 sekolah. Data tersebut akan menjadi perhatian serius kami untuk melakukan pembenahan,” kata Arkani di ruang kerjanya, kemarin.

Masih kata Arkani, jika SMK swasta tidak diperbaiki, maka jumlah penyumbang pengangguran yang berasal dari lulusan SMK masih menjadi pekerjaan rumah. Salah satu yang akan dilakukan oleh Bidang SMK pada Dindikbud Banten untuk melakukan pembenahan SMK negeri dan swasta adalah dengan menjadikan sertifikat industri sebagai salah satu persyaratan untuk menjadi guru SMK.

Untuk mendapatkan sertifikat industri tersebut, lanjut Arkani, pihaknya akan meminta kepada Bidang Ketenagaan dan Kelembagaan pada Dindikbud Banten untuk membantu memfasilitasi guru SMK agar bisa mendapatkan sertifikat industri tersebut.

Tidak hanya itu, kata Arkani, pihaknya juga akan menyaring sekolah yang memiliki jurusan yang tidak sesuai dengan dunia kerja. Namun untuk mengambil langkah tersebut, pihaknya akan lebih hati-hati agar tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar peserta didik.

“Dengan adanya perbaikan di lingkungan SMK negeri dan swasta di Banten, diharapkan mampu menekan angka penganguran di Banten yang berasal dari lulusan SMK,” harapnya. (satibi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp