DaerahKesehatanPemprov Banten

Tensi Darah Tinggi, Suntik Vaksin 5 Pejabat Ditunda

TANGERANG, BANTEN RAYA – 5 kepala daerah dan pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten ditunda disuntik vaksin dalam kegiatan pencanangan vaksin Covid-19 di Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (14/1/2021). Hal itu terjadi lantaran mereka tak lolos cek kesehatan berubah tekanan darah yang melebihi batas minimal. 

Adapun kelima pejabat itu adalah Walikota Serang Syafrudin, Walikota Tangerang Arief R Wismanysah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon Dana Sujaksani. Kemudian Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho dan Danrem 064 Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko. 

Sementara itu, pejabat lainnya yang masuk daftar penerima vaksin pertama berhasil mengikuti seluruh proses vaksinasi. Mereka adalah Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Bupati Pandeglang Irna Narulita, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Ketua DPRD Banten Andra Soni, Kajati Banten Asep N Mulyana, Sekda Banten Al Muktabar dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti.

Ati kepada awak media membenarkan ada lima pejabat yang gagal disuntik vaksin. “Tadi yang ditunda 5 orang,” ujar Ati Pramudji. 

Ia menuturkan, setelah pencanangan vaksin maka selanjutnya akan dimulai program vaksinasi massal mulai besok, Jumat (15/1/2021). Sasaran untuk kegiatan itu adalah para tenaga kesehatan (nakes) di dua daerah yang ditunjuk untuk vasksinasi tahap pertama termin kesatu yaitu Kota Serang dan Tangerang Selatan (Tangsel).

“Kita kan menyediakan di Kota Serang itu 134 layanan fasilitas kesehatan. Di Kota Tangsel itu kita menyediakan 57 faskes, 29 puskesmas dan 28 rumah sakit untuk di Tangsel. (Vaksinasi massal dimulai) besok semuanya,” katanya. 

Dalam pelaksanaannya, kata dia, para penerima vaksin akan menerima sebuab pesan singkat atau SMS. 

“Mereka mengisi kapan mereka harus datang, dimana mereka mau datangnya itu ada,” tuturnya. 

Terpisah, Walikota Serang Syafrudin membenarkan dirinya tak jadi disuntik vaksin Covid-19.

“Saya enggak jadi divaksin, tensinya 144/77. Normalnya tensi darahnya itu 120/80,” kata Syafrudin, dihubungi Banten Raya, via sambungan telepon seluler. 

Karena batal divaksin, maka Walikota Serang akan dijadwalkan vaksin ulang kembali. 

“Sebelum divaksin harus diperiksa dulu, sehingga kita benar-benar sehat, ya saya akan divaksin ulang,” jelasnya. (dewa/harir)

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp