DaerahKesehatanPemprov Banten
Trending

Tingkat Risiko Covid-19 Naik, Mobilitas Mudik Lebaran Dibatasi

SERANG, BANTEN RAYA- Meningkatnya risiko penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten yang kini didominasi zona oranye dapat memengaruhi kebijakan Pemprov Banten ke depan, termasuk jelang Idul Fitri masehi. Jika kondisi tak berubah, maka dimungkinkan adanya pembatasan mobilitas mudik Lebaran 2021 masehi.

Seperti diketahui, saat ini enam daerah di Banten yang masuk zona oranye penyebaran Covid-19. Yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dua daerah lain, yaitu Kota Cilegon dan Kabupaten Tangerang berada di zona kuning. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, saat ini risiko penyebaran Covid-19 di Banten masih fluktuatif. Bahkan provinsi paling barat di Pulau Jawa itu pernah masuk ke zona risiko rendah, hampir seluruh kabupaten/kota berada di zona kuning.

“Hampir semua warna kuning. Sebelumnya juga kita sudah zona oranye berkurang. Hari ini kembali kegiatan aktivitas sulit sekali ketika satgas (satuan tugas) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota (untuk) meredam rasa kebosanan dari pada masyarakat untuk berdiam diri di rumah. Untuk selalu menjaga protokol kesehatan,” ujarnya di sela-sela kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi ASN pelayan publik di Plaza Aspirasi, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (24/3/2021).  

Mantan Direktur Utama RSUD Kota Tangerang itu menuturkan, jika kondisi tersebut tak berubah maka dengan terpaksa ada pembatasan mobilitas masyarakat pada mudik Hari Raya Idul Fitri 2021 masehi. Hal tersebut dilakukan agar penyebaran virus korona tidak semakin menjadi.

“Yang pasti jika kondisinya berada pada (zona) oranye seperti saat ini kemungkinan imbauan terkait untuk mudik diminimalisir. Jadi sebaiknya tidak mudik Lebaran sama seperti Lebaran tahun lalu karena covid ini masih ada,” katanya.

Dia tak menampik, kasus konfirmasi Covid-19 yang terjadi saat ini tidak lebih banyak dibanding periode Oktober, November dan Desember 2020. Meski demikian, jika dibandingkan dengan Lebaran lalu maka sekarang ini kasusnya lebih banyak.

“Bahkan dibandingkan tahun lalu, jumlah covid yang ada relatif lebih banyak tahun ini. Kalau Lebaran tahun lalu di bulan Mei dibandingkan sekarang maka kasusnya lebih banyak sekarang,” tuturnya. (dewa/rahmat)

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp