DaerahKesehatan
Trending

Tunggakan BPJS Kesehatan di Banten Tembus Rp247 Miliar

SERANG, BANTEN RAYA- Data BPJS Kesehatan Kantor Cabang Serang sampai dengan 28 Februari 2021 menunjukkan tunggakan iuran peserta jasa asuransi tersebut mencapai Rp247,9 miliar. Tunggakan itu berasal dari tunggakan peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan pekerja penerima upah dari badan usaha (PPU-BU).  

Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Serang Nur Hudhori Arif mengungkapkan, untuk peserta mandiri atau pekerja bukan penerima upah sampai dengan saat ini ada total 325.580 yang menunggak iuran BPJS Kesehatan.  Dari tiga kelas di peserta mandiri ini, yang paling banyak menyumbang tunggakan adalah peserta mandiri kelas III dengan total penunggak mencapai 221.257 orang, kelas II mencapai 67.141 orang, dan kelas I mencapai 37.182 orang. “Total nilai tunggakannya adalah Rp241,2 miliar,” ujar Arif, Senin (22/3/2021). 

Pada segmen pekerja penerima upah dari badan usaha, tercatat ada 857 badan usaha yang menunggak iuran BPJS Kesehatan dengan total tunggakan mencapai Rp6,7 miliar. Total tunggakan iuran ini adalah yang tercatat sampai dengan 24 bulan terakhir.  

Arif mengungkapkan, berdasarkan analisa penyebab paling banyak terjadinya tunggakan iuran karena adverse selection. Artinya peserta hanya mengaktifkan kartu pada saat mereka butuh saja. Mereka mendaftarkan diri sebagai peserta ketika membutuhkan pelayanan, lalu membayar iuran, berobat, namun setelah sehat lupa membayar iuran. 

 Ada juga yang daftar dan membayar iuran BPJS Kesehatan karena akan melakukan proses persalinan. Ketika akan melakukan persalinan mereka mendaftar dan setelah lahir lupa lagi untuk membayar iuran. “Kebanyakan sih seperti itu,” katanya.

Humas BPJS Kesehatan Kantor Cabang Serang Juanda mengungkapkan, upaya yang dilakukan BPJS Kesehatan agar peserta bisa lancar membayar setiap bulan adalah dengan sejumlah cara. Misalkan dengan menggandeng Kader JKN, yang merupakan mitra dari masyarakat.

Kader JKN melaksanakan edukasi dan sosialisasi dengan mengunjungi peserta binaan mereka dari rumah ke rumah, mengingatkan pentingnya kartu BPJS Kesehatan tetap aktif, sehingga kapan saja dibutuhkan bisa digunakan dan tidak ada kendala.  

“Karena kalau ketika punya tunggakan akan kena denda pelayanan kalau dirawat inap, selain tentu harus melunasi tunggakannya. Nah makanya jangan sampai nanti memberatkan peserta ketika mereka membutuhkan pelayanan,” ujarnya. 

Cara lain, kata Juanda, BPJS Kesehatan memiliki petugas telecollecting menelpon peserta untuk mengingatkan mereka melalui telepon agar membayar iuran. Saat ini ada empat petugas tellecollecting di BPJS Kesehatan Cabang Serang. Selain menelepon juga mengirimkan SMS blast, WA blast, dan kami juga rutin mengingatkan melalui media lain seperti radio dan lain sebagainya. (tohir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp