DaerahPendidikan
Trending

Untirta dan UPG Kolaborasi Gelar Program PEKERTI, Apa Itu?

SERANG, BANTEN RAYA- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dan Universitas Primagraha (UPG) bekerja sama mengadakan Workshop Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI). 

Kegiatan tersebut merupakan workshop yang menjadi syarat bagi para dosen yang akan mengurus jabatan fungsional dan sertifikasi. Workshop diselenggarakan selama lima hari dengan 12 materi yang akan disampaikan secara daring. 

Ketua pelaksana Workshop PEKERTI Yayat Ruhiati  kepada Banten Raya menjelaskan, bahwa pelaksanaan workshop pekerti ini didasarkan beberapa hal, diantaranya adalah legalitas yang sah berdasarakan Surat Keputusan Dirjen SDID yang menunjuk Untirta sebagai pelaksana sertifikasi. 

Selain itu, masih kata Yayat, UPG menjadi tempat penyelengara PEKERTI karena adanya memorandum of understanding antara Rektor Untirta dengan Rektor UPG  dan juga Perjanjian Kerjasama antara ketua LP3M Untirta dengan Ketua LP3M UPG. 

“Jumlah peserta yang ikut dalam Workshop PEKERTI mencapai 132 orang, yang terdiri dari dosen perguruan tinggi negeri dan juga dosen perguran tinggi swasta di Indonesia,” katanya, kemarin.

Di lokasi yang sama, Rektor Universitas Primagraha Romlie Ardie menyampaikan, Universitas Primagraha masih tergolong universitas swasta baru. 

“UPG dulu merupakan gabungan dari STKIP dan STIE, karena adanya desakan dari masyarakat untuk meningkatkan status menjadi Universitas,” ujarnya.

Romlie menambahkan UPG diresmikan menjadi universitas pada Juni 2020 dan hingga saat ini telah memilki lima fakultas. Meski masih tergolong universitas muda, UPG ternyata memilki prodi yang unik yang jarang dimiliki universitas lain, yakni Prodi Administrasi Pemerintah Desa dan saat ini telah memiliki 100 mahasiswa. 

Dalam kaitannya dengan workshop pekerti Romli menjelaskan PEKERTI merupakan keharusan bagi para profesi dosen dengan merujuk pada Permendikbud. Selain memiliki empat kompetensi dosen juga memiliki tugas mentransfer ilmu pengetahuan kepada mahasiswa. 

Sebagai dosen professional, dosen dituntut memilki ketrampilan merancang pembelajaran di kelas dan memahami peserta didik. 

“Untuk itu PEKERTI ini dibutuhkan dan sertifikat dari workshop ini berlaku secara nasional sebagai prasyarat pengurusan jabatan fungsional,” ujarnya.

Sementara itu, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi IV yang diwakili oleh Agus Supriatna menegaskan legitimasi dari kegiatan Workshop PEKERTI yang diadakan oleh Untirta dan UPG adalah legal ditingkat nasional, sehingga sertifikatnya diakui untuk jabatan fungsinal bagi dosen. 

Lebih lanjut Agus menjelaskan perguruan tinggi memainkan peran penting dan strategis dalam pembangunan, khususnya pembangunan sumber daya manusia. Perguruan tinggi dituntut menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing yang tinggi. Disisi lain Dosen sebagai pendidik professional memiliki tugas mentransfer, mengembangkan dan menyebarluaskan iptek dan seni melalui tridharma perguruan tinggi.

Sementara itu, Rektor Untirta Fatah Sulaiman mengapresiasi kegiatan yang diadakan dengan berkolaborasi bersama perguruan tinggi swasta yakni Universitas Prima Graha. 

“Ini merupakan bukti dari kolaborasi dan pembinaan untuk maju bersama,” ucapnya. (satibi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp