DaerahKesehatanPemprov Banten

Usai Libur Panjang Kasus Covid-19 Diprediksi Melonjak

SERANG, BANTEN RAYA- Kasus positif Covid-19 diprediksi akan mengalami lonjakan usai musim libur panjang Natal dan tahun baru (nataru) 2020-2021. Hal ini terjadi lantaran adanya mobilisasi dan peningakatan aktivitas warga, ditambah turunnya tingkat disiplin masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, berdasarkan pemantauannya dan pola penyebaran virus diprediksi akan terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Banten untuk dua pekan ke depan. Hal itu bersamaan dengan berakhirnya musim libur nataru. “Setelah libur panjang 10 sampai 14 hari setelah libur panjang itu peningkatan kasus tinggi,” ujarnya, kemarin. 

Mantan Direktur Utama RSUD Kota Tangerang itu menjelaskan, peningkatan kasus pasca musim libur bisa terjadi karena adanya mobilisasi masyarakat dan menurunnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Mereka cenderung abai terhadap apa yang telah diimbau oleh pemerintah.  

“Saya selalu khawatir, tetapi kekhawatiran saya ternyata enggak cukup. Masyarakat ingat ketika sakit, ketika liburan mereka lupa. Ingat saya ketika sakit, setiap malam saya harus mencarikan orang-orang yang butuh rumah sakit. Makannya sehari tidur cuma dua jam saja untuk melayani sampai jam 04.00 pagi,” katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, kata dia, pihakya kini sedang berupaya menambah jumlah ruang perawatan pasien Covid-19. Sebab saat ini, 3.046 ruang perawatan yang tersedia di 100 rumah sakit yang dapat menangani Covid-19 di 8 kabupaten/kota sudah mulai penuh.

“Dari 114 rumah sakit, 100 rumah sakit sudah melayani covid dan ini akan terus kita tambah. Semua rumah sakit ini terus kita proses, maksimalkan, kecuali RSIA (rumah sakit ibu dan anak). Itu memang hanya untuk ibu dan anak, karena itu kelompok rentan maka tidak bisa dicampurkan dengan covid,” ungkapnya. 

Lebih lanjut dipaparkan Ati, meski berencana menambah fasilitas kesehatan pihaknya terbentur dengan ketersediaan tenaga kesehatan (nakes). Oleh karenannya, saat ini Dinkes sedang membuka rekrutmen. “Hanya saja saat ini rumah sakit sedang membutuhkan tenaga kesehatan. Sedang direkrut semua, tinggal proses rekrut saja,” tuturnya.

Disinggung soal vaksin, ia mengaku Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi telah mengumpulkan seluruh kepala dinkes provinsi se-Indonesia belum lama ini. Dari sana terungkap jadwal vaksinasi tahap pertama yang akan digelar serentak pada 22 Januari.

“Tahap I untuk seluruh tenaga kesehatan di Banten 43.000 orang, akan mulai serentak 22 Januari. (Lokasi) vaksinasi di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS kesehatan. Tahap pertama 43.000 (warga sasaran), tahap II 250.000. Tahap dua itu rencananya untuk mereka yang (bertugas di) pelayanan publik dulu,” ujarnya.

Sedangkan untuk tahap III diperuntukkan bagi publik, di antaranya peserta BPJS jaminan kesehatan nasional (JKN) atau penerima bantuan iuran. Dari sekitar 3 juta penerima manfaat, hanya 1,5 juta di antaranya yang akan menerima vaksin. 

“Perkiraan dari 3 juta tidak semua disuntik karena pasien komorbid (penyakit penyerta), wanita hamil tidak boleh dulu divaksin, begitu juga anak-anak. Begitu juga warga Banten meski ada 12 juta namun tidak semua divaksin. Sebab, uji klinis (vaksin) belum sampai anak-anak dan usia tua,” tuturnya. 

Ati menegaskan, soal biaya dalam pertemuan bersama seluruh kepala dinkes se-Indonesia, Menkes mengungkapkan hal itu sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah pusat. Ada empat jenis vaksin yang akan diterima nantinya yaitu Sinovac, AstraZeneca, Pfizer dan Moderna. Untuk tahap pertama, vaksin yang akan disuntikkan adalah untuk jenis Sinovac.

“Terakhir dikumpulkan Menkes bahwa rencannnya vaksin gratis total. Walaupun kita disuruh menganggarkan untuk kemarin itu masih dibilang ditanggung pemerintah pusat, juga logistiknya,” ujarnya. 

Gubernur Banten Wahidin Halim mengimbau, dengan kondisi saat ini agar masyarakat tetap berada di rumah. Sebisa mungkin tak beraktivitas di luar rumah. “Dari sisi jumlah yang terpapar semakin tinggi. Per hari rata-rata 200-an orang yang kena,” katanya.

Dijelaskannya, saat ini penularan yang banyak terjadi adalah klaster keluarga. Dari yang dulu banyak menyebar di perkantoran dan pabrik kini telah masuk ke rumah-rumah. “Masyarakat tetap disiplin. Secara moral tanggung jawab bersama. Salah satu kondisi yang memprihatinkan dan perlu perhatian kita semua,” ungkapnya.

Sebagai bentuk pencegahan juga, pemprov juga telah memberi peringatan agar semua pihak tidak menggelar kegiatan yang dapat memicu kerumunan. “Kalau melanggar Satgas (Penanganan Covid-19) akan ambil langkah hukum,” tuturnya. (dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d blogger menyukai ini: