DaerahEkonomi & Bisnis
Trending

76 Peserta Rebutan Kursi Dewan Komisaris dan Direksi Bank Banten

SERANG, BANTEN RAYA – Pendaftaran seleksi terbuka jabatan dewan komisaris dan direksi Bank Banten telah ditutup pada 12 Februari 2021 lalu. Dari tahapan itu, tercatat ada 76 peserta yang meminati jabatan top manajemen bank plat merah tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Komisaris Utama Bank Banten Media Warman mengatakan, untuk penjaringan dewan komisaris dan direksi Bank Banten pihaknya telah membuka tahapan pendaftaran. Dari pendaftaran yang telah ditutup sejak pekan kemarin, terdapat 76 peserta yang mendaftar.

“Tapi banyak juga (peserta yang mendaftar) yang (gugur) enggak memenuhi syarat awal,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (19/2/2021). 

Mantan anggota DPRD Provinsi Banten itu mengungkapkan, ke 76 peserta yang telah mendaftar itu memiliki latar belakang yang beragam. Bahkan ada beberapa peserta yang baru saja menyelesaikan pendidikan seperti yang dipersyaratkan.

“Ada juga yang enggak pengalaman perbankan sama sekali. Yang seperti ini kan enggak memenuhi persyaratan. Tapi ada yang memang sudah diperbankan sesuai kriteria,” katanya. 

76 pendaftar tersebut selanjutnya dilakukan seleksi awal oleh konsultan independen Universitas Padjajaran (Unpad). Akan ada beberapa orang yang lulus tahap awal itu, kemudiam akan diseleksi ulang oleh Tim Seleksi yang terdiri dari unsur Bank Banten, PT Banten Global Development (BGD) dan Pemprov Banten. 

“Dari hasil seleksi ulang itu diserahkan kepada Komite Nominasi dan Remunerasi Bank Banten untuk disampaikan dalam RUPS (rapat umum pemegang saham) melalui pemegang saham pengendali untuk dipilih,” paparnya. 

Disinggung berapa peserta yang nantinya akan dipilih, Media Warman tak memberikan jawaban. Menurutnya, hal itu menjadi kewenangan penuh PT BGD dan Gubernur Banten selaku pemegang saham pengendali serta pemegang saham pengendali terakhir. Akan tetapi yang pasti, sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bank Banten harus mengisi jabatan direktur kepatuhan dan satu komisaris. 

“Namun pemegang saham punya kebijakan apa diganti (jabatan direksi dan komisaris yang sudah ada) atau (cukup) diisi (untuk jabatan yang kosong),” tuturnya. (dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp