DaerahEkonomi & Bisnis
Trending

Bukan Hanya Kamu, Pinjol Ilegal Juga Bakal Teror Orang Terdekat Jika Telat Bayar

SERANG, BANTEN RAYA – Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi mencatat ada 3.193 lembaga fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol) ilegal di Indonesia. Selain menerapkan ketentuan yang memberatkan. Ketika ada gagal bayar, mereka tak hanya akan terus meneror nasabah tapi juga keluarganya.

Demikian terungkap dalam acara pembentukkan Satgas Waspada Investasi Daerah Provinsi Banten di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Kamis (17/6/2021).

Ketua Satgas Waspada Investasi Daerah Provinsi Banten Tongam Lumban Tobing mengatakan, saat ini sedang marak modus untuk mengambil keuntungan oleh pihak tertentu melalui investasi ataupun pinjol ilegal.

“Pinjol marak terjadi, sampai saat ini sudah ada 3.193 pinjol ilegal. Warga Banten mesti waspada. Sementara yang legal hanya 138,” ujarnya.

BACA JUGA: Penarikan Uang Selama Ramadan Tembus Rp2,85 T, BI : Sinyal Positif Pertumbuhan Ekonomi Banten

Ia menjelaskan, pinjol ilegal perlu diwaspadai karena mereka sangat merugikan para nasabahnya dan menjadi itu ciri untuk bisa mendeteksi mereka. Secara materiel, mereka menerapkan fee, denda dan bunga yang tidak bisa dikatakan bantu masyarakat. Dia mencontohkan, dengan pinjaman Rp1 juta nasabah biasanya hanya menerma sekitar Rp600 ribu saja.

“Bunga pertama 0,5 persen per hari tapi bisa jadi 2 persen. Denda sangat tinggi dengan waktu pengembalian yang sangat pendek yakni tujuh hari,” katanya.

Kerugian selanjutnya, kata dia, ketika nasabah tak bisa membayar saat jatuh tempo pinjol ilegal akan melakukan teror, intimidasi hingga pelecehan. Nasabah akan sulit menghindari karena saat beroperasi mereka akan meminta akses data di peminjam. Dengan demikian, mereka bisa ikut meneror orang terdekat nasabah.

“Kita harus mengizinkan semua data kontak di HP diakses mereka. Makannya jangan sembarangan klik oke atau lanjutkan dan sebagainya di web atau aplikasi pinjol ilegal,” ungkapnya.

Saksikan Kegiatan Reses Anggota DPRD Provinsi Banten di Banten Raya Channel

Tongam menegaskan, jika sudah terlanjur menjadi korban pinjol ilegak maka sebaiknya hentikan semua aktivitas peminjaman dan melapor ke Satgas Waspada Investasi. Jangan pinjam untuk menutup pinjaman lama karena hal itu hanya akan membuat semakin terjerumus.

“Silakan melapor ke email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id,” ujarnya. (dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp