DaerahEkonomi & Bisnis
Trending

Ekonomi Banten Triwulan I 2021 Minus 0,39 Persen

SERANG, BANTEN RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat ekonomi Banten pada triwulan I 2021 terkontraksi 0,39 persen. Angka tersebut merupakan data year on year (yoy) terhadap triwulan I 2020.

Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana mengatakan, ekonomi Banten pada triwulan I 2021 terhadap triwulan IV 2020 tumbuh sebesar 0,78 persen (q-to-q). 

“Meski demikian dilihat dari triwulan I-2021 terhadap triwulan I-2020, ekonomi Banten masih mengalami kontraksi sebesar 0,39 persen (y-on-y),” ujarnya melalui keterangam tertulis, Rabu (5/5/2021).

Ia menjelaskan, dari sisi produksi, pertumbuhan negatif terdalam terjadi pada transportasi dan pergudangan sebesar -22,93 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi lembaga non profit pelayani rumah tangga (LNPRT) dan konsumsi rumah tangga masing-masing mengalami kontraksi sebesar -11,96 persen dan -1,69 persen.

“Perekonomian Banten berdasarkan besaran produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I 2021 mencapai Rp162,34 triliun. Sementara dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp113,76 triliun,” katanya. 

BACA JUGA: Ekonomi Kreatif Harus Temukan Sendiri Solusi Selama Pandemi

Dari sisi produksi, papar dia, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 8,40 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai komponen total net ekspor sebesar 32,60 persen.

“Struktur perekonomian provinsi se-Jawa pada triwulan I-2021 masih didominasi oleh Provinsi DKI Jakarta yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto se-Jawa sebesar 30,07 persen. Sementara itu, Provinsi Banten memberikan kontribusi sebesar 6,80 persen,” tuturnya. (dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp