Ekonomi & Bisnis
Trending

Hotel Mambruk Hadirkan Wisata Menyelam di Sangiang, Tarif Mulai Rp500 Ribu

SERANG, BANTEN RAYA – Menggandeng Proffessional Association of Diving Instructors (PADI), Mambruk Hotel & Convention Anyer menghadirkan kursus dan wisata menyelam di Pulau Sangiang, Kabupaten Serang dalam tajuk Course & Diving Trip Package yang diluncurkan Sabtu (13/3).

Sejumlah paket ditawarkan Mambruk mulai dari paket untuk pemula seharga Rp500 ribu, hingga paket bagi penyelam berpengalaman dengan tarif sampai Rp7,5 juta. Paket untuk pemula termurah diberikan untuk satu hari saja meliputi pemberian materi selama 30 menit, fasilitas alat-alat selam, pengenalan selam, dan menyelam di kolam renang selama 40 menit. Adapun untuk kalangan berpengalaman, ada paket empat hari dengan salah satunya melakukan penyelaman beberapa kali di Pulau Sangiang dengan kedalaman maksimal 18 meter dan 30 meter.

General Manager Mambruk Hotel & Convention Anyer Budi Ramli menceritakan bahwa ide untuk membuka trip menyelam di Pulau Sangiang muncul ketika pihaknya bertemu dengan Penyelam Wisata Banten (PWB). Saat itu, tim Mambruk sedang mengantar tamu untuk makan di mini cruise milik hotel di perairan Selat Sunda.

“Saat kapal saya berlayar, ada penyelam-penyelam PWB. Mereka lihat loh itu kapalnya sudah berubah bentuk sekarang. Oh ternyata ada bendera Mambruk. Akhirnya mereka datangin, yuk siapa tahu bisa kerjasama. Kemudian PWB beraudiensi dengan kita dan mereka mengemukakan ide-ide. Saya ambil lihat, dan open tripnya saya ambil. Kemudian kita bekerjasama dan lahir lah ini (trip menyelam). Kita gandeng PWB dan ternyata mereka tersertifikasi PADI,” kata Budi Ramli.

Budi mengatakan bahwa Banten memiliki pemandangan laut yang eksotis, salah satunya Pulau Sangiang dan Gunung Anak Krakatau. “Kalau laut memiliki potensi eksotis, kenapa kita tidak eksplor. Spot di Pulau Sangiang tidak kalah jika dibandingkan dengan Pulau Seribu,” kata dia.

Ia meyakinkan bahwa olahraga selam menyenangkan, dan aman. Mambruk berani mencoba membuka kegiatan selam sebagai paket wisata karena memiliki potensi besar di masa depan.
“Selam itu tidak sesulit yang kita bayangkan dan ternyata mudah,” kata dia.

Pesona alam bawah laut Anyer, khususnya di kawasan Pulau Sanghyang dan Gunung Anak Krakatau, diakui PADI Industrion Consulting for Indonesia Daniel Abimanyu Fernandi, mempunyai potensi yang sangat besar untuk menjadi buruan para penyelam di Indonesia. Terlebih komunitas penyelam terbesar di Indonesia berada di Jakarta, yang secara jarak sangat dekat dengan Anyer.

“Jadi tinggal persoalan mengemasnya saja menjadi satu paket wisata bahari yang utuh,” ujar penyelam yang biasa dipanggil Abi ini.

Selain perairan Pulau Sanghyang, menurut Abi, spot selam di Banten Selatan pun cukup menarik. Selain airnya jernih, di sana terdapat sejumlah kapal perang karam yang cukup menarik untuk dikunjungi.

Dalam pelatihan, sertifikasi, serta wisata selam ini unsur keselamatan penyelam dan perlindungan lingkungan menjadi prioritas utama. Karenanya peralatan selam maupun jajaran instruktur seluruhnya berstandar internasional.

Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Encep Binyamin Somantri memuji langkah Mambruk yang terus kreatif di tengah pandemi. “Terima kasih Pak Budi sudah menjadikan Mambruk sebagai tempat diving yang sudah tersertifikasi,” kata Encep.

Disporapar Kabupaten Serang sendiri, kata Encep, sedang berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan dengan mengembangkan 10 desa wisata dimana mayoritas terletak di kawasan Anyer. “Kita ingin wisatawan lelah dan berlama-lama di Kabupaten Serang, sehingga mereka bisa menginap dan kunjungan hunian juga bisa bertambah,” kata dia. (fikri/*)

 

 

 

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp