DaerahEkonomi & BisnisPemprov Banten
Trending

Ini yang Harus Diperhatikan Saat akan Membeli Hewan Kurban

SERANG, BANTEN RAYA – Bagi Anda yang ingin berkurban pada Hari Raya Kurban harus selektif saat akan membeli hewan kurban. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Dinas Pertanian Provinsi Banten Ari Mardiana memberikan tips bagaimana mendapatkan hewan kurban terbaik.

Ia mengatakan, hewan untuk kurban sebaiknya selain sehat juga terpenuhi kesejahteraannya. Indikator bahwa kesejahteraan hewan terpenuhi apabila mendapatkan makan dan perawatan secara teratur, mendapatkan pengobatan ketika sakit, dan terhindari dari sengatan matahari dan terpaan hujan. Apalagi bila hewan tersebut dipelihara di kandang sehingga akan lebih diketahui secara pasti riwayat penyakit yang diderita sehingga tidak memerlukan surat keterangan sehat dari dokter hewan.

Salah satu peternakan yang menyediakan hewan kurban di Kota Serang yaitu Padepokan Siloka Smart yang berlokasi di Lingkungan Sewor RT 1 RW 4, Kelurahan Banjarisari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten.

Dede Roni, pemilik Padepokan Siloka Smart mengatakan, secara kesehatan dan kesejahteraan hewan, ternak yang dimilikinya lebih terjaga. Hewan ternak miliknya diberi makan dengan makanan sehat dan teratur. Selain rumput, pakan ternak dicampur dengan ampas tahu dan konsentrat agar memenuhi kebutuhan gizi hewan ternak.

Hewan kurban
Hewan kurban sapi

Di kandang yang didirikan di lahan seluas 1.000 meter persegi, Dede memastikan hewan ternak miliknya terjamin makan dan kesehatan bahkan kesejahteraannya. Setiap hari domba di kandangnya dimandikan dua kali agar bersih dan terhindar dari penyakit. Lantai kandang untuk sapi dan kerbau sengaja disemen agar selain tidak becek dan lebih bersih juga lebih mudah saat dibersihkan dari kotoran hewan.

“Padepokan Siloka Smart adalah salah satu kandang terbesar di Kota Serang,” katanya.

Siloka Smart sudah terdaftar di Dinas Pertanian Kota Serang dan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten sehingga mendapatkan pendampingan dari dinas bagaimana menjaga kesehatan hewan ternak yang dimiliki. Bahkan dinas juga mensupport dengan memberikan obat-obatan yang dibutuhkan hewan.

Roni mengungkapkan, ada perbedaan signifikan antara hewan yang diurus di peternakan dan yang di lapak. Hewan di peternakan memiliki tingkat resiko mengalami stres rendah karena terlindung dari panas, hujan, dan angin. Sementara hewan di lapak bisa lebih mudah mengalami stres karena selain tempat yang tidak nyaman juga kerap terganggu dengan adanya konsumen yang ingin melihat-lihat. Belum lagi bila hujan turun atau saat panas matahari menyengat.

“Kalau konsumen lihat hewan pas di lapak gemuk bisa jadi pas dikirim jadi kurus karena hewan stres. Hujan panas berpengaruh pada tingkat stres hewan,” katanya

Selain soal kesehatan dan kesejahteraan hewan, pengurusan hewan ternak di kandang juga lebih aman bila dibandingkan dengan di lapak. Apalagi, kandang hewan ternak miliki Dede persis berada di belakang rumahnya sehingga jauh lebih aman. Ia juga mempekerjakan beberapa orang untuk menjaga kandang dan mengurus ternak miliknya.

Meski kualitas hewan ternak milik Dede bisa bersaing dengan hewan ternak lain, namun ia menjamin harga hewan ternak di peternakannya bisa lebih murah. Untuk kambing dan domba harga yang ditawarkan mulai dari Rp2 juta. Sementara untuk sapi dan kerbau harganya mulai dari Rp15 juta.

Hewan Kurban
Hewan kurban kambing.

Dede mengungkapkan, rahasia mengapa harga hewan ternak miliknya bisa bersaing dengan yang di lapak karena ia tidak memiliki beban menyewa lapak dan membeli kebutuhan lain seperti yang dialami para pedagang hewan kurban di lapak. Dengan demikian, ia tidak perlu membebankan segala pengeluaran itu kepada konsumen dengan membuat harga hewan yang dijual lebih mahal.  

“Harga hewan di kita insya allah lebih murah,” katanya.

Ketua Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) ini sudah mulai beternak di Lingkungan Sewor sejak tahun 2014. Namun aktivitasnya di bidang hewan ternak sudah ia lakonai jauh sebelum itu bahkan saat ia masih duduk di bangku SMP. Dengan pengalaman dan konsistensinya dalam bidang peternakan membuat Dede memahami bagaimana memperlakukan hewan ternak agar tidak hanya sehat melainkan juga sejahtera.

Saksikan Kegiatan Reses Anggota DPRD Provinsi Banten di Banten Raya Channel

Roni mengungkapkan, setiap tahun banyak pelanggan yang membeli hewan kurban di peternakannya. Bahkan sebagian besar merupakan pelanggan tetap yang rutin membeli hewan ternak setiap menjelang Hari Raya Idul Adha. Pada tahun lalu ia berhasil menjual 300 domba dan 60 ekor sapi saat musim kurban. Dengan pelayanan yang maksimal yang ia berikan selama ini ia bergarap pelanggan puas dengan pelayanan itu.

Wakil Ketua Koperasi Lumbung Ternak Banten ini mengatakan, bagi yang ingin melihat-lihat terlebih dahulu hewan ternak miliknya bisa melihat-lihat di Instagram: padepokan_silokasmart atau di Facebook: dederoni. Atau yang ingin melihat langsung bisa datang ke lokasi baik siang maupun malam. Konsumen juga bisa memesan via telepon dengan menghubungi nomor 081911189153. (*/tohir)

Related Articles

Back to top button