DaerahEkonomi & BisnisPemprov Banten
Trending

Jangan Ketinggalan! Denda dan Pajak Bea Masuk Kendaraan dari Luar Banten Dihapus

SERANG, BANTEN RAYA – Pemprov Banten menghapus biaya bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) kedua masuk dari luar daerah ke dalam Provinsi Banten. Ketentuan itu berlaku sejak 1 Februari hingga 31 Juli mendatang. Dari kebijakan itu, diharapkan akan ada 45.000 kendaraan luar daerah yang mutasi menjadi plat nomor Banten. 

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten Opar Sohari mengatakan, telah diterbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penghapusan BBNKB Kedua Mutasi Masuk dari Luar Daerah Kedalam Wilayah Banten, belum lama ini. Pergub tersebut diberlakukan dalam rangka memberikan insentif kepada masyarakat guna pemulihan ekonomi di wilayah Provinsi Banten pada masa pandemi Covid-19. 

Sebagai motivasi kepada masyarakat untuk ikut serta dalam pembangunan di wilayah Provinsi Banten melalui pembayaran pajak kendaraan bemotor (PKB). Sebab, PKB merupakan salah satu pajak daerah yang penerimaannya digunakan untuk membiayai pembangunan,” ujarnya saat menggelar konferensi pers di kantor Bapenda Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (28/1/2021).

Ia menuturkan, untuk itu diharapkan kepada seluruh masyarakat dan dunia usaha

dengan kendaraan berplat nomor luar Banten untuk dapat memanfaatkannya. Caranya dengan membaliknamakan atau mendaftarkan kendaraan bermotornya ke Provinsi Banten.

Menurutnya, saat ini banyak kendaraan luar daerah yang beroperasi di Banten. Terlebih, kendaraan tersebut masuk kategori kendaraan berat yang dapat merusak infrastruktur. Baik yang dibangun oleh Pemprov Banten maupun pemerintah kabupaten/kota.

“Penghapusan pokok dan denda BBNKB penyerahan kedua mutasi masuk dari luar daerah ke Banten diberlakuan selama enam bulan. Itu terhitung mulai 1 Februari hingga 31 Juli 2021,” katanya.

Melalui Pergub tersebut, kata dia, diharapkan akan memberikan potensi wajib PKB baru kurang lebih sebanyak 45.000 unit kendaraan bermotor. Dari situ diperkirakan akan memperoleh penerimaan dari PKB sebesar Rp90 miliar.

“Kita tunggu, jangan sampai usaha di Banten tapi Banten tidak dapat apa-apanya. Sebagai insentif juga kami memberlakuan relaksasi PKB progresif,” ungkapnya. (dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp