DaerahEkonomi & Bisnis
Trending

Jelang Ramadan, Disperindag Waspadai Kenaikan Harga Gula Pasir

SERANG, BANTEN RAYA- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten kini mulai berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Mereka mulai melakukan pemantauan harga komoditas di pasaran, terutama gula pasir yang diprediksi akan mengalami kenaikan jelang Ramadan hingga Lebaran 2021 masehi.

Kepala Disperindag Provinsi Banten Babar Suharso mengatakan, berdasarkan pantauannya saat ini memang telah terjadi kenaikan harga untuk sejumlah komoditas seperti cabai. Hal itu terjadi lantaran adanya kenaikan secara nasional.

“Kenaikan karena gangguan, terutama yang terpengaruh cuaca. Secara nasional memang terjadi kenaikan, ini gejala kenaikan nasional,” ujarnya, kemarin.

Ia menjelaskan, terkait kondisi tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Selain untuk mengendalikan harga yang sedang tidak stabil, tetapi juga menyusun antisipasi menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2021 masehi. Adapun komoditas yang menjadi perhatian khusus menjelang Ramadan dan Idul Fitri adalah gula pasir.

“Kami sudah berkoordinasi dengan nasional, nanti ada kebijakan termasuk koordinasi menjelang Ramadan. Jadi nanti semua gerakan untuk menghadapi  hari besar keagamaan itu sifatnya nasional,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, kata dia, pihaknya bersama pemerintah pusat sedang memantau secara rutin kondisi di pasaran dan mendata ketersediaannya. Bahkan hal itu secara khusus dibahas dalam pertemuannya dengan Kemendag.

“Kita sedang antisipasi terutama yang terkait gula pasir kita sedang koordinasikan, antisipasi. Nah ini kita sudah siapkan secara koordinatif dengan kementerian,” ungkapnya.

Lebih lanjut dipaparkan Babar, selain operasi pasar pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan beberapa daerah pengahasil komoditas tertentu dimana Banten masih kekurangan. Salah satunya adalah komoditas cabai dan bawang merah serta kedelai yang masih mengandalkan dari impor.

“Banten ini untuk beberapa komoditi memang belum siap untuk produksi lokal. Jadi kita ada beberapa komoditi yang perlu kerja sama dengan daerah penghasil,” ujarnya. (dewa/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp