DaerahEkonomi & Bisnis
Trending

Mohon Maaf! Jatah Premium Kembali Dikurangi, Sekarang Cuma Ada 5 SPBU yang Jual

SERANG, BANTEN RAYA- PT Pertamina mengurangi penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Provinsi Banten, minus Tangerang Raya. Semula ada 10 SPBU yang menjual BBM jenis premium. Namun sejak Februari 2021 lalu, SPBU yang menjual premium hanya ada lima SPBU di Provinsi Banten, atau berkurang 5 SPBU.

Kepala Bidang SPBU Hiswana Migas Provinsi Banten M Irfan mengatakan, sebelumnya saat Pertamian meluncurkan program langit biru terdapat 10 SPBU yang menjual BBM jenis premium di Provinsi Banten, minus Tangerang Raya. Namun mulai Februari 2021 lalu penyediaan bahan bakar minyak jenis premium hilang di lima SPBU di Provinsi Banten, sehingga saat ini tersisa hanya ada lima titik SPBU yang menjual BBM jenis premium.

“Tadinya ada 10 yang jual premium sekarang minus Tangerang hanya ada lima SPBU di Banten yang menyediakan premium. Pengurangan premium sejak Februari 2021. Saat ini ada 78 SPBU reguler di Banten, minus Tangerang Raya,” kata Irfan, Kamis (18/3/2021).

Saat ini BBM jenis premium hanya tersedia di lima SPBU. Kelima SPBU itu yaitu SPBU Coco di Jalan Ahmad Yani di Kota Serang, SPBU Jawilan di Kabupaten Serang, SPBU Tegal Wangi di Kota Cilegon, SPBU Sumur Buang di Kabupaten Lebak, dan SPBU Kejamben di Kabupaten Pandeglang. 

Sementara SPBU yang sudah tidak menjual premium di antaranya adalah SPBU Ciracas di Kota Serang dan SPBU Cikande di Kabupaten Serang, SPBU Kerta di Lebak, SPBU Kadubanen di Pandeglang, SPBU Sari Kuring di Cilegon.

Meski ada pengurangan jatah BBM jenis premium di Provinsi Banten, namun Irfan memperkirakan keberadaan premium tidak akan benar-benar dihapus oleh pemerintah. Sebab premium adalah bahan bakar minyak yang disubsidi oleh pemerintah untuk digunakan oleh masyarakat kelas bawah berpenghasilan rendah.

Selain itu, bahan bakar minyak jenis premium juga merupakan bahan baku utama yang bisa diolah menjadi BBM jenis lain seperti pertalite, pertamax dan pertamax turbo. 

“Bahan baku membuat pertalite dan pertamax itu kan premium,” katanya.

Irfan mengungkapkan, secara hitung-hitungan bisnis pengusaha SPBU yang tergabung dalam Hiswana Migas Provinsi Banten tidak masalah bila jatah premium dikurangi di SPBU. Sebab range harga premium dengan pertalite sebetulnya tidak terlalu jauh. Bahkan bila orientasinya adalah bisnis dan keuntungan semata, bisa dikatakan bahwa menjual pertalite lebih menguntungkan dibandingkan menjual premium.

Namun dengan adanya program pemerintah yaitu program langit biru, maka masyarakat masih bisa menjangkau BBM jenis pertalite dengan harga yang lebih murah dan terjangkau. Apalagi sebelumnya Pertamina meluncurkan promosi pertalite seharga premium.

Sementara itu, Humas Pertamina MOR III Melati mengungkapkan, sejak berlangsung program langit biru yang dikeluarkan Pertamina pada November 2020 lalu Pertamina mencatat ada penurunan konsumsi premium dan kenaikan konsumsi BBM jenis perta series (pertalite, pertamax, dan pertamax turbo). Untuk premium masih tersedia sesuai penugasan. 

Namun ia tidak menjawab ketika Banten Raya menanyakan benarkah ada pengurangan jumlah premium di sejumlah SPBU di Banten, dan apakah ini disebabkan oleh penurunan jumlah konsumsi premium tadi. (tohir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp