Ekonomi & Bisnis
Trending

Masih Tertekan Pandemi, Greenotel Cilegon Tetap Optimistis

CILEGON, BANTEN RAYA – Okupansi atau tingkat hunian Hotel Greenotel di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon masih tertekan dengan adanya pandemi Covid-19. Pengunjung hotel belum normal dan masih jauh berkurang dibandingkan dengan sebelum pandemi.

General Manager Greenotel Cilegon Jonathan Wijaya mengatakan, kondisi terparah terjadi di pertengahan 2020 dimana tingkat hunian dan pendapatan anjlok sampai 70 persen. Pengunjung yang enggan datang untuk sekedar bersantai di restoran atau menginap karena khawatir tertular virus, ditambah dengan adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Namun sejak akhir 2020, tingkat kunjungan membaik. “Tapi belum seberapa karena volume masih sedikit, baik dalam kamar maupun restoran,” kata Jonathan kepada Banten Raya saat ditemui di Greenotel Cilegon, Selasa (16/2)

Jonathan mengaku perusahaan yang dipimpinnya tidak sampai merugi. “Kalau ditanya rugi secara finansial memang ada, tapi masih cukup saja untuk bertahan. Kalau dibilang untung, ya engga, tapi dibilang rugi sampai tutup, ya engga juga,” ujarnya.

Pihaknya melakukan sejumlah penerapan protokol kesehatan bagi semua tamu dan karyawan seperti kewajiban pakai masker, penggunaan bilik desinfektan, penyediaan hand sanitizer dan westafel, serta pemeriksaan suhu di pintu masuk.

Jonathan memiliki harapan besar dan tetap optimis walaupun pembatasan aktivititas oleh pemerintah masih ada. Dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik terhadap semua tamu dan karyawan di Greenotel, ia berharap hotel dan restorannya tetap menjadi pilihan destinasi di Cilegon. Di samping itu, ia juga percaya bahwa industri hotel dan restoran dapat bergerak lebih cepat dengan dukungan, pengertian, dan kerjasama masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. (mg-predy)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp