DaerahEkonomi & BisnisPemprov Banten
Trending

Penarikan Uang Selama Ramadan Tembus Rp2,85 T, BI : Sinyal Positif Pertumbuhan Ekonomi Banten

SERANG, BANTEN RAYA- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat realisasi penarikan uang kartal selama Ramadan 2021 mencapai 2,85 triliun. Angka itu lebih tinggi dari proyeksi awal yang hanya sebesar Rp2,79 triliun. Hal tersebut menunjukkan jika pertumbuhan ekonomi di Banten mulai kembali menggeliat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, bahwa realisasi kenaikan uang kartal selama periode Ramadhan hingga 11 Mei 2021 mencapai Rp2,85 Triliun atau 102 persen dari proyeksi awal sebesar Rp2,79 Triliun. 

Kenaikan tersebut disebabkan oleh lebih tingginya kebutuhan perbankan dan masyarakat akan kebutuhan uang kartal dalam menghadapi Ramadan dan Idul Fitri.

“Peningkatan kebutuhan uang kartal yang didukung oleh pembayaran tunjangan hari raya (THR), penyaluran bantuan sosial, serta untuk antisipasi kesediaan uang di anjungan tunai mandiri (ATM) selama libur Lebaran,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Banten Raya, Rabu (12/5/2021).

Ia menuturkan, sebagai perbandingan, pada periode Ramadan tahun lalu kenaikan uang kartal hanya sebesar berada pada besaran Rp1,8 Triliun. Sehingga peningkatan realisasi kenaikan uang kartal di 2021 menjadi sinyal positif. Momentum terus bergeliatnya pertumbuhan ekonomi Banten.  

Selain itu, realisasi penarikan uang dari perbankan, geliat pemulihan ekonomi Banten tersebut juga termasuk dari peningkatan konsumsi masyarakat Banten yang berdampak pada kenaikan inflasi April 2021 dibandingkan periode sebelumnya.  

“Inflasi Banten pada bulan April 2021 tercatat sebesar 0,17 persen (mtm) atau sebesar 1,3 persen (yoy). Lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan Maret yang mengalami inflasi 0,05 persen (mtm),” katanya. 

Pada umumnya, ungkap Erwin, pada periode Ramadan, tingkat harga beberapa komoditas utama cenderung stabil namun mengalami peningkatan signifikan pada H-3 menjelang Idul Fitri. Komoditas beras terpantau stabil sepanjang bulan Ramadan dengan harga Rp13.200 untuk beras kualitas super.  

Sementara itu untuk daging dan telur ayam ras serta cabai rawit hijau mengalami tren penurunan masing-masing 5,6 persen, 4,3 persen, dan 15,8 persen semenjak awal Ramadan. Kenaikan harga yang signifikan terjadi pada komoditas daging sapi, bawang merah, dan cabai merah, masing-masing 13,6 perse , 9,1 persen, dan 13,4 persen semenjak awal bulan Ramadan. Peningkatan terjadi di akhir Ramadan tersebut seiring dengan mulai ramainya pasar tradisional.  

“Kenaikan inflasi Banten bulan April 2021 tersebut diperkirakan masih cukup wajar dan bersifat temporer serta masih berada dalam kisaran target inflasi nasional 3 plus minus 1 persen,” paparnya.  

Lebih lanjut diungkapkan Erwin, guna mengantisipasi lonjakan harga, Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten senantiasa berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Baik di provinsi maupun kabupaten/kota untuk menilai 4K yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.  

BACA JUGA: BI Banten Siapkan Rp2,7 Triliun untuk Penukaran Uang Baru, Ini Jadwalnya

Ke depan, BI akan terus mencermati indikator-indikator pertumbuhan ekonomi, asesmen sektor industri strategis. Kemudian memperkuat langkah koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait lainnya 

“Untuk mencari ruang akselerasi pertumbuhan ekonomi. Termasuk peran UMKM, ekonomi syariah, digitalisasi, serta stabilitas sistem keuangan dalam rangka pemulihan ekonomi,” tuturnya. (*/dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp