DaerahEkonomi & BisnisKesehatan
Trending

Penerimaan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang di 2020 Tak Capai Target

CILEGON, BANTEN RAYA – Kondisi pandemi Covid-19 membuat sejumlah perusahan terdampak dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Akibatnya, target pemasukan iuran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang pada 2020 sebesar Rp5,7 triliun tidak tercapai.

Berdasarkan data yamg dimiliki BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Serang, pada 2020 untuk kepesertaan badan usaha aktif target sebanyak 6.498 dan teralisasi 7.624, melebihi target sebesar 111 persen. Tenaga kerja aktif penerima upah (PU) dari target sebanyak 296.583 tercapai 298.445 atau melebihi target sebesar 100,36 persen. Akam tetapi untuk pekerja bukan penerima upah (BPU) dari target 84.332 hanya tercapai 38.360 atau hanya terealisasi 45,49 persen. Untuk tenaga kerja jasa konstruksi dari target sebanyak 69.487 tercapai 119.033. 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Serang Didin Haryono menjelaskan, kondisi pandemi sangat terasa terhadap pemasukan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu membuat kurang 25 persen dari target sebanyak Rp5,7 triliun.    

“Tidak terlalu banyak hanya mencapai 25 persen dari target Rp5,7 triliun yang tidak tercapai,” katanya kepada wartawan usai melakukan penadatanganan kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Jumat (5/2/2021).

Didin menyampaikan, adanya pandemi juga mengubah target pemasukan pada 2021 sekarang. Saat ini, imbuhnya, pihaknya menargetkan Rp5,6 triliun bisa masuk. Hal itu, karena pandemi masih akan berefek terhadap ekonomi, misalnya proyek kontruksi yang melibatkan banyak pekerja belum stabil dan lainnya.

“Pasti akan menurunkan target. Ini karena pandemi juga masih berdampak,” imbuhnya.

Untuk bisa mencapai taget, pihaknya akan memperluas akses jangkauan kepesertaan, baik itu kepada warga dan juga pemerintah daerah lewat tegana non aparatur sipil begara (ASN).

“Kami akan memperluas jangkauan kepesertaan. Hal itu untuk tetap bisa mendapatkan target iuran tahun ini sekitar Rp5,6 triliun,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Cilegon Didi Sukriadi mengungkapkan, jika pihaknya bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan juga merupakan bagian dari melindungi para pegawai non ASN, terutama para petugas kebersihan yang berada dilapangan dan memiliki risiko yang tinggi. 

“Ini kami ada kurang lebih 298 TKK (tenga kerja kontrak) dan THL (tenaga kerja honorer) yang mendaftar 3 program kepesertaan,” imbuhnya.

Selanjutnya, kata Didi, kerja sama ini juga menguntungkan kedua belah pihak. Itu termasuk bagi BPJS ketenagakerjaan yang bisa menambah terus jaringan kepesertaan ditengah pandemi.

“Ini kerjsama yang menguntungkan keduanya, pegawai kami terlindungi dan BPJS juga menambah pemasukan iuran kepesertaan,” imbuhnya. (uri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp