Ekonomi & Bisnis
Trending

Pesantren di Kota Cilegon Ini Buka Kedai Kopi untuk Mewirausahakan Santrinya

CILEGON, BANTEN RAYA – Pondok Pesantren Banu Al Qomar yang berada di Lingkungan Karangtengah, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon membuka kafe kopi bernama Baqofee untuk melatih kemandirian para santri.

Baqofee berdiri di pertengahan 2019. Saat ini Baqofee telah memiliki legalitas usaha dan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) berdasarkan ketentuan pasal 31 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik.

Chief Exekutive Officer (CEO) Baqofee Fahruroji menjelaskan, minum kopi saat ini tak bisa dilepaskan dari aktivitas sehari-hari masyarakat.

“Kita bisa liat, konsumsi kopi mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sebab di kantor, di rumah atau di tempat-tempat tongkrongan, kopi telah menjadi menjadi minuman favorit,” kata Fahruroji kepada Banten Raya, Kamis (18/2/2021).

Baqofee juga saat ini menjadi rumah produksi kopi yang memproses kopi dari hulu hingga hilir. Alur pemrosesannya mulai dari petik biji merah, penjemuran, penggilingan, sangrai, hingga pengemasan.

“Hal ini dilakukan pesantren karena pertama, merupakan bentuk kesadaran pentingnya membangun ekonomi pesantren. Sebagai sebuah lembaga swasta, Pesantren Banu Al-Qomar Karangtengah memahami pentingnya sumber pendanaan yang memadai demi menjamin kualitas dan mutu lembaga. Usaha kopi ini adalah salah satu bentuk ikhtiar untuk mewujudkan ekonomi lembaga,” kata Fahruroji.

Kemudian yang kedua, lanjut Fahruroji, usaha Baqofee juga turut memberdayakan petani kopi di wilayah Banten dengan cara kerjasama. “Hal ini kami lakukan sebagai bentuk perhatian untuk mengangkat kopi lokal. Dan saat ini kami sedang berusaha mengorbitkan kopi dari petani di Gunung Malang, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang,” katanya.

Dan ketiga, usaha tersebut menjadi laboratorium keterampilan santri.

“Untuk membangun kualitas santri yang berdaya saing, kami memasukan soft skill kewirausahaan sebagai bagian dari pembelajaran di pesantren. Dan kami meyakini bahwa kedalaman ilmu, keluasan akhlak, dan ketangguhan berwira usaha adalah tiga kualitas yang harus dimiliki oleh santri kami,” katanya. (mg-predy)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp