Ekonomi & Bisnis
Trending

Seorang Kades di Kabupaten Serang Diculik dan Disekap 20 Hari, Ini Penyebabnya..

Kasus penculikan dan penyekapan kades tersebut terjadi pada 16 Januari 2021 lalu, sekitar pukul 18.00. Namun keluarga baru melaporkan kejadian itu pada Februari 2021

SERANG, BANTEN RAYA – Kujaeni (53), Kepala Desa Kamaruton, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang menjadi korban penculikan. Setelah disekap selama 20 hari, korban diselamatkan Tim Resmob Polres Serang di sebuah kontrakan yang berlokasi di Jalan Letnan Jidun, Kecamatan Taktakan, Kota Serang,

Kapolres Serang AKBP Mariyono mengatakan, kasus penculikan dan penyekapan kades tersebut terjadi pada 16 Januari 2021 lalu, sekitar pukul 18.00. Namun keluarga baru melaporkan kejadian itu pada Februari 2021, setelah ada permintaan uang.

“Sebelum diculik, korban Kujaeni baru saja bertamu di rumah salah seorang warganya. Pada saat akan pulang, kepala desa ini dihadang oleh tiga pelaku dan paksa untuk masuk ke dalam kendaraan Daihatsu Xenia dan disekap di rumah kontrakan,” katanya kepada Banten Raya, Senin (8/2).

Menurut Mariyono, pelaku penculikan menghubungi istri Kujaeni, agar menyiapkan uang Rp50 juta. Uang tersebut merupakan utang Kujaeni yang belum dibayar kepada para pelaku yang diketahui berjumlah tiga orang.

“Korban diminta para pelaku untuk menyelesaikan masalah utang piutang. Korban akhirnya menghubungi istrinya untuk menyiapkan uang Rp 50 juta untuk mengangsur utangnya supaya bisa dibebaskan,” ujarnya.

Mariyono menambahkan, istri korban akhirnya melaporkan kasus penculikan yang telah terjadi selama 20 hari tersebut ke Mapolres Serang.

“Begitu tahu suaminya disekap dan diminta uang Rp 50 juta, istri korban pada Kamis (4/2) melaporkan ke Mapolres Serang. Berdasar dari laporan itu, Tim Resmob langsung diterjunkan untuk mencari keberadaan korban dan para pelaku,” tambahnya.

Mariyono menegaskan dalam waktu kurang dari 24 jam, Tim Resmob berhasil mengetahui lokasi penyekapan yaitu di Jalan Letnan Jidun, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, dan kepolisian berhasil menangkap seorang pelaku.

“Tim Resmob langsung melakukan penyergapan dan berhasil membebaskan korban serta mengamankan Naimi salah seorang pelaku dari dalam rumah kontrakan,” tuturnya.

Dalam pemeriksaan, kata Mariyono, tersangka N membenarkan telah melakukan penculikan bersama B dan M. Setelah mendapatkan identitas dua pelaku lainnya, Tim Resmob kembali bergerak melakukan pencarian dan penangkapan, namun keduanya tidak berhasil ditemukan.

“Dua pelaku lainnya tidak berada di tempat. Korban dan pelaku berikut kendaraan yang digunakan dalam aksi penculikan segera diamankan ke Mapolres Serang,” ungkapnya.

Kasatreskrim AKP David Adhi Kusuma menambahkan pihaknya akan terus melakukan upaya pencarian terhadap kedua pelaku dan mengimbau kepada keduanya agar segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kedua pelaku akan terus kami cari. Dan kami mengimbau agar segera menyerahkan diri,” tegasnya.

David menegaskan, jika terbukti bersalah, pelaku akan dijerat dengan pasal 328 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman selama 12 tahun penjara. “Kita masih telusuri apakah karena utang atau ada motif lain,” tegasnya. (darjat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp