Hukum & Kriminal

BNN Ciduk 6 Pengedar 58 Kilogram Ganja, Pelaku Terancam Hukuman Mati

SERANG, BANTEN RAYA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten berhasil menangkap jaringan antar provinsi peredaran narkoba jenis ganja. Dari pengungkapan itu, petugas mengamankan 6 orang pelaku dan 57 kilogram ganja kering yang dikemas dalam tas jinjing.

Keenam pelaku yang diamankan di dua lokasi berbeda yaitu tersangka RA (30), AB (38) warga Lampung, Sumatera. Kemudian AP (33) warga Jawa Tengah ditangkap di sekitar Pelabuhan Penyeberangan Merak, Kota Cilegon. Selanjutnya, NR (21), DB (28) dan SS (22) warga DKI Jakarta ditangkap di wilayah Cilincing, Jakarta Timur.

Kepala Badan Narkotika Provinsi Banten, Kombes Pol Hendri Marpaung mengatakan penangkapan jaringan peredaran narkoba asal Lampung dan Jakarta itu ditangkap pada 17 November 2020 lalu. Sebelumnya petugas mendapatkan informasi akan adanya pengiriman narkoba melalui pelabuhan dari Lampung menunju Banten.

“Awalnya kita mendapatkan informasi akan ada pengiriman narkoba dengan menggunakan bus dari Lampung ke Banten. Tim kemudian melakukan penyelidikan dari tanggal 16 di sekitar Pelabuhan Bojonegara,” katanya kepada Banten Raya saat pemusnahan 57 kilogram ganja di kantor BNNP Banten, Jumat (18/12/2020).

Menurut Hendri, pada 17 November 2020 sekitar pukul 19.00 pihaknya mendapatkan informasi jika microbus atau bus kecil berplat nomor B 7589 YZ yang membawa puluhan ganja tiba di Pelabuhan Penyeberangan Merak dan hendak melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

“Kita langsung bergerak kesana dan melakukan penggeledagan bus dan penumpang. Di dalam bus kota temukan empat buah tas jinjjng berisi 57 kilogram ganja yang sudah dikemas secara rapi,” ujarnya.

Hendri menjelaskan, dari penemuan itu tim BNNP Banten berhasil mengamankan tiga orang pelaku yaitu RA, AB dan AP. Setelah dilakukan pemeriksaan, puluhan kilogram ganja itu akan dikirim ke wilayah Cakung, Jakarta Timur.

“Tim kemudian berangkat menuju Cakung dan berhasil mengamankan tiga pelaku laimnya NR, DB dan SS. Kita juga mengamankan satu unit mobil Avanza berplat nomor B 2305 HH,” jelasnya.

Hendri menegaskan di masa pandemi virus korona jaringan peredaran narkoba banyak memanfaatkan kondisi itu, untuk melakukan peredaran narkoba. Sebab petugas saat ini lebih fokus pada penanganan pencegahan virus Covid 19.

“Karena ada peluang, di masa pandemi petugas fokus penanganan covid. Namun peluang itu justru kita manfaatkan dengan melakukan penindakan,” tegasnya.

Hendri menegaskan keenam tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 uu no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun hingga hukuman mati.

“Kami terus melakukan penyidikan, untuk mengembangankan peredaran narkoba di Banten,” tegasnya.

Hendri menghimbau, kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba. Selain membayakan kesehatan, narkoba juga berdampak pada sosial masyarakat, ekonomi dan dampak hukum.

“Ada empat dampak, sosial, ekonomi, kesehatan dan hukum. Bagi pelaku penyalahgunaan narkoba ancaman hukumannya bisa sampai hukuman mati,” tandasnya. (darjat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp