Hukum & Kriminal
Trending

Iming-imingi Kerja di PT Telkom, Pasangan Suami Isteri Tipu Puluhan Pencari Kerja, Segini Uang yang Didapatnya.

SERANG, BANTEN RAYA- Pasangan suami istri (pasutri) asal Kampung Astana, Desa Cisalam, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang berinisial HY (suami) dan HN (istri)diamankan anggota Polsek Baros, karena diduga telah menipu puluhan warga Kecamatan Baros yang sedang mencari pekerjaan. HY yang berusia 39 tahun merupakan aparatur sipil negara (ASN).

Kapolsek Baros AKP R Siahaan membenakan bahwa HN adalah ASN. Menurutnya, HN bertugas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang (Bukan Kota Cilegon seperti diberitakan sebelumnya). HN dan HR diamankan setelah puluhan warga mendatangi rumahnya di Kampung Astana, lantaran kecewa tidak kunjung bekerja. Padahal, warga telah memberikan sejumlah uang kepada pasutri ini.

“Selasa (23/2) malam, warga berdatangan meminta agar uang mereka dikembalikan. Nilainya bervariatif. Ada yang Rp600 ribu sampai Rp1,5 juta. Kemudian warga melaporkannya kepada kami. Kemudian keduanya kita panggil kesini (diamankan),” katanya kepada Banten Raya saat ditemui di Mapolsek Baros, Rabu (24/2/2021).

Siahaan mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, pada November 2020 HR menemui salah satu korbannya untuk menawarkan pekerjaan di PT Telkom dengan gaji yang menggiurkan. Namun pencari kerja itu diminta membayar biaya administrasi.

“Ada namanya si Mumun (korban), kemudian dia direkrut menjadi bendaharanya. Setelah itu si Mumun diminta untuk membantunya mencari calon pekerja. Sampai ada puluhan orang,” ungkapnya.

Selain itu, HR secara door to door mendatangi rumah korban. Tercatat ada sekitar 40 orang lebih yang ditawari pekerjaan. Total uang yang terkumpul dari para korban mencapai Rp60 juta.

“Dia mengaku sebagai rekanan perusahaan. Bahkan mobil yang digunakan pelaku diakuinya sebagai mobil operasional perusahaan. Padahal setelah saya cek ternyata mobil rentalan,” tambahnya.

Siahaan mengungkapkan, berdasarkan catatan kepolisian HR merupakan residivis kasus penipuan. Sebelumnya, pria berusia 40 tahun itu pernah ditahan selama 4 bulan penjara, karena telah melakukan penipuan dan memalsukan tanda tangan atasannya.

“Iya pernah dipenjara oleh bosnya. Untuk keterlibatan istrinya masih kita dalami, namun ada beberapa uang korban yang masuk ke dalam rekening pribadinya. Dia ASN di BPBD,” ungkapnya.

Siahaan menegaskan, saat ini keduanya masih dalam pemeriksaan petugas. Untuk penetapan tersangka akan secepatnya dilakukan, jika pihaknya telah menemukan dua alat bukti. “Malam ini (kemarin malam) kita tentukan apakah naik jadi tersangka atau gimana. Sejauh ini kita juga sudah memeriksa tiga orang korban,” tegasnya.

Diwawancara terpisah, salah satu korban yakni Tb Sujatna mengaku telah menyerahkan uang sekitar Rp1 juta kepada pasutri tersebut. Uang itu akan digunakan untuk biaya persyaratan kerja. Namun agar dapat diterima, para pencari kerja dimintai administrasi sebesar Rp15 juta sampai Rp25 juta.

“Dia menjanjikan pekerjaan di PT Telkom Indonesia sebagai pekerja tetap, dengan gaji Rp5,2 juta (sebulan) bersih, belum uang makan dan sebagainya. Tanggal 4 September 2020, saya belum rinci karena setiap kumpul diminta uang. Diperkirakan Rp 1 jutaan, katanya untuk persyaratan perlengkapan (berkas), misalnya sertifikat Rp300 ribu, SKCK, seragam, tapi barangnya enggak ada. Janjinya Januari tapi sampai sekarang enggak ada,” katanya.

Sujatna menambahkan, pasutri asal Kampung Cisalam itu diduga kuat bersekongkol untuk melakukan penipuan terhadap puluhan pencari kerja. Bahkan dirinya mengaku memiliki rekaman percakapan HN saat merayu para korban.

“Saya diajak sama keduanya (suami istri). Saya awalnya yakin ini bukan penipuan karena istrinya PNS. Saya ada rekaman, mudah-mudahan ini juga bisa menjadi bukti ke kepolisian,” tambahnya. (darjat/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp