DaerahHukum & Kriminal

Jaringan Internasional, Dua Warga Banten Terlibat Penipuan Alkes Korona Rp58,8 M

SERANG, BANTEN RAYA – Bareskrim Mabes Polri berhasil menangkap empat pelaku penipuan pembelian ventilator dan monitor Covid-19 senilai Rp58,8 miliar. Komplotan penipu ini berinisial SB, RD, LHP dan TP. Diketahui, TP adalah warga Pandeglang, LHP warga Kota Serang, SB warga Medan, sedangkan RD warga Bogor. Mereka sukses menipu perusahaan kesehatan asal Italia. Kini, kasus yang melibatkan sindikat internasional yang ditangani Bareskrim Mabes Polri ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang.

Kasi Pidana Umum Kejari Serang Yogi Wahyu Diana mengatakan, kasus penipuan ini dilakukan oleh jaringan internasional Nigeria-Indonesia. Pelaku menggunakan modus business email compromise atau membajak email. Kasus itu terungkap setelah ada informasi dari NCB Interpol Italia kepada NCB Interpol Indonesia perihal dugaan penipuan pembelian ventilator dan monitor Covid-19.

“Awalnya perusahaan asal Italia, Althea Italy, dan perusahaan asal China, Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics, melakukan kontrak jual beli peralatan medis berupa ventilator dan monitor Covid-19,” katanya saat tahap 2 pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka dari Mabes Polri ke Kejari Serang, Rabu (19/12/2020).

Yogi menambahkan, penipu jaringan Indonesia-Nigeria ini kemudian melakukan penyadapan dan melakukan pembajakan email perusahaan Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics. Dalam email itu, ada seseorang yang mengaku sebagai pimpinan dari perusahaan asal China dan menginformasikan adanya perubahan nomor rekening untuk pembayaran.

“Ada yang mengaku sebagai Direktur CV Shenzhen Mindray Bio Medical Elektronics Co Ltd dan membuka rekening bank di Indonesia, untuk penampungan sebesar Rp58,8 miliar,” tambahnya.

Yogi menambahkan, dalam berkas yang diterimanya tersangka RD berperan sebagai Komisaris CV Shenzhen Mindray Bio Medical Elektronics sekaligus berperan membuatkan rekening atas nama perusahaan fiktif tersebut.

Tersangka SB berperan sebagai seseorang yang mengaku sebagai Direktur CV Shenzhen Mindray Bio Medical Elektronics Co Ltd dan membuka rekening penampungan. Sedangkan tersangka TP berperan sebagai pihak yang mengurus segala kebutuhan administrasi perusahaan fiktif CV Shenzhen Mindray Bio Medical Elektronics. 

Sedangkan tersangka LHP bertugas untuk membuka rekening yang diblokir pihak bank. Sementara DM, warga Nigeria hingga saat ini dalam pencarian petugas kepolisian. Para pelaku ditangkap Bareskrim Mabes Polri di wilayah Jakarta, Padang dan Bogor.

“Uang senilai Rp58,8 miliar itu dikirim sebanyak 3 kali transaksi. Tersangka TP warga Pandeglang, LHP warga Kota Serang, SB warga Medan, sedangkan RD warga Bogor. Keempat tersangka kita tahan di Rutan Serang,” jelasnya.

Dalam kasus ini, empat tersangka dijerat pasal 378 KUHP atau pasal 263 KUHP atau pasal 85 Undang-undang nomor 3 tahun 2011 tentang transfer dana dan/atau pasal 45A ayat (1) jo pasal 28 ayat (1) Undang-undang ITE jo pasal 55 KUHP atau pasal 56 KUHP dan pasal 3 dan/atau pasal 4 dan/atau pasal 5 dan/atau pasal 6 dan/atau pasal 10 Undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. “Ancaman hukuman 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 miliar,” jelasnya. (darjat/rahmat)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d blogger menyukai ini: