DaerahHukum & Kriminal

Kajati Banten Diganti, Ini Prioritas Penanganan Kajati yang Baru

SERANG, BANTEN RAYA – Penanganan perkara tindak pidana korupsi (tipikor) menjadi skala prioritas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten yang baru Asep Nana Mulyana, pengganti Rudi Probowo yang saat ini dimutasi menjadi Kajati Kalimantan Selatan (Kalsel). Tindakan represif akan dilakukan dalam rangka memberantas kasus korupsi yang ada di Provinsi Banten.

Kajati Banten Asep Nana Mulyana mengatakan Tipikor masuk kategori extraordinary crime. Kejaksaan sebagai salah satu lembaga peradilan tentu berkewajiban untuk menangani perkara ini secara khusus, tanpa mengenyampingkan perkara lainnya.

“Tentu saja (penanganan kasus tipikor menjadi prioritas), sesuai arahan dari Pak Jaksa Agung ST Burhanuddin,” katanya usai acara pisah sambut Kajati Banten di Kejati Banten, Jumat (18/12/2020).

Asep menjelaskan, terdapat tujuh arahan Jaksa Agung yang akan dilaksanakannya di Kejati Banten. Dari tujuh arahan tersebut salah satu di antaranya adalah penanganan perkara korupsi. Sebab tipikor sangat merugikan masyarakat dan negara, baik secara langsung maupun tidak langsung. Termasuk jika dilihat dari dampak yang ditimbulkan yang juga luar biasa. Seperti terhambatnya proses pembangunan daerah.

“Penanganan perkara korupsi itu tidak hanya semata aspek represif seperti menangkap, memenjarakan orang, tapi kita juga perlu memperhatikan tata kelola pemerintah. Kami akan memberikan masukan dan saran perbaikan terhadap instansi ataupun lembaga yang dilakukan penindakan (korupsi),” jelasnya.

Pada massa pandemi ini, Asep mengungkapkan, dirinya dan jajarannya akan lebih mengawasi dana bantuan Covid-19 di wilayah Banten. Dengan harapan dana bantuan kemanusian tersebut tidak terdalurkan dengan baik dan tidak terjadi penyimpangan.

 “Bansos (Covid-19) kami akan perhatikan, ini program kemanusian yang tidak boleh disalahgunakan,” ungkapnya.

Sementara itu, mantan Kajati Banten Rudi Prabowo Aji mengatakan, kinerja pegawainya sudah sangat baik. Dari semua bidang, perdata dan tata usaha, pidana khusus, pembinaan, intelejen dan bidang lainnya telah mencapai progres yang baik.

 “Kinerja saya rasa sudah bagus, semua bidang baik pembinaan anggaran yang sudah terserap sekitar 94 persen ke atas. Bidang intelejen, ada lima perkara yang dinaikan ke tahap penyidikan,” katanya.

Rudi menambahkan, pada massa kepemimpinannya pidana khusus juga telah melebihi capaian. Pada 2019 Kejati Banten hanya mengusut 3 perkara korupsi yang masuk tahap penyidikan. Sementara pada 2020 kasus yang ditangani dan sudah masuk tahap penyidikan lebih dari delapan perkara.

“Ini adalah konsen kita penyidikan mengalami peningkatan tetapisebetulnya kita harus ingat bahwa tindakan kita itu tidak hanya represif tetapi juga pencegahan,” tambahnya. (darjat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp