DaerahHukum & KriminalPemprov Banten
Trending

Kejati Banten Baru Tetapkan Satu Tersangka Kasus Dugaan Pemotongan Dana Ponpes

SERANG, BANTEN RAYA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menetapkan satu orang tersangka kasus dugaan korupsi bantuan dana hibah untuk pondok pesantren (ponpes) tahun anggaran 2020 senilai Rp117 miliar. Tersangka berinisial ES (36), warga Pandeglang. ES adalah pihak swasta yang diduga bertugas melakukan pemotongan bantuan untuk 3.000 ponpes penerima dana hibah.

Kepala Kejati Banten Asep Nana Mulyana mengatakan, penetapan ES sebagai tersangka dilakukan setelah mendapatkan dua alat bukti yang cukup. Tersangka selaku pihak swasta, berperan memotong dana hibah setelah anggaran cair melalui rekening ponpes penerima bantuan.

“Potongannya bervariasi, mulai dari Rp15 juta sampai Rp20 juta,” katanya kepada awak media, Jumat (16/4/2021).

Asep menambahkan, ada dua dugaan yang sedang diselidiki Kejati Banten yakni dugaan pemotongan dana hibah dan dugaan ponpes fiktif. Ia menegaskan, pihak serius menangani kasus tersebut karena berkaitan dengan moral Provinsi Banten yang religius. Tidak menutup kemungkinan akan ada terangka baru dari kasus tersebut.

“Untuk kerugian negara dan jumlah penerima fiktif masih kita kembangkan,” tambahnya.

Kasi Penkum Kejati Banten Ivan Herbon Siahaan menambahkan, tersangka saat ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Serang selama 20 hari. Tersangka ES merupakan swasta dan berdomisili di Kabupaten Pandeglang.

“Ponpes yang sudah diperiksa 21, tapi masih ada lagi yang akan diperiksa. Tersangka ditahan rutan Serang,” tambahnya.

Seperti diketahui, berdasarkan informasi yang diperoleh Banten Raya sejumlah ponpes penerima hibah di wilayah Kabupaten Serang, Lebak, Kota Serang, tidak masuk dalam kriteria penerima hibah sebesar Rp30 juta tersebut.

Baca juga

Kejati Banten Kantongi Calon Tersangka Kasus Dugaan Pemotongan Dana Hibah Ponpes

Ponpes tersebut tidak memenuhi persyaratan penerima dana hibah yakni, pertama memiliki izin operasional, memiliki bangunan Ponpes, memiliki santri menetap sekurang-kurangnya 15 orang santri, adanya tim pengajar atau Kiai, dan mengajarkan kitab kuning.

Sebelum proses verifikasi dan pencairan dilakukan, penerima hibah dikumpulkan oleh tim Biro Pemerintahan, Kesra Pemprov Banten dan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) untuk menentukan besaran potongan dana yang bakal diterimanya.

Dalam pertemuan itu, penerima hibah akan mendapatkan pemotongan Rp7 juta. Namun setelah dilakukan musyawarah penerima hibah hanya mendapatkan potongan Rp2 juta dan total Rp30 juta yang diterima untuk setiap Ponpes. (darjat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp