Hukum & Kriminal
Trending

MH Curi Empat Kerbau Sekaligus di Ciwandan, Begini Modus yang Dilakukannya Agar Tidak Ketahuan..

CILEGON, BANTEN RAYA – Polsek Ciwandan berhasil mengungkap kasus pencurian kerbau. Satu tersangka berinisial MH (36) warga Sobang, Pandeglang berhasil diamankan. 

Kasus ini terungkap awalnya dari laporan  Mista (51) warga Randakari, Ciwandan, yang kehilangan empat kerbau miliknya di sekitar Kepuh, Ciwandan atau sekitar PT Batu Buana Makmur, Jumat (15/1/2021). Kerbau dalam posisi dilepasliarkan.

Tim Unit Reserse dan Kriminal Polsek Ciwandan merespons dengan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan, berupa rekaman circuit close television (CCTV) di PT Batu Buana Makmur. 

Dari hasil rekaman CCTV, terungkap bahwa ada sebuah truk Mitsubishi Canter warna biru muda yang mengangkut kerbau di sekitar PT Batu Buana Makmur yang diduga hasil curian. Nomor polisi (nopol) truk tersebut terlihat di CCTV dengan nopol A 9467 PA. 

Kemudian, Tim Unit Reskrim Polsek Ciwandan melakukan pengejaran terhadap truk yang diduga mengangkut hewan ternak hasil curian tersebut.

Tim berhasil menemukan truk tersebut di Sobang, Pandeglang. Kemudian, dari pengembangan pemilik truk, polisi berhasil menangkap tersangka MH di Pandeglang, Minggu (31/1/2021). 

Kapolsek Ciwandan AKP Ali Rahman mengatakan, MH si pelaku menawarkan daging kerbau ke pedagang daging di Pandeglang bernama Madi. MH menawarkan kerbau miliknya berjumlah delapan ekor.

“MH saat datang ke rumah Madi juga meminta karyawan Madi tiga orang untuk turut membantu mengangkut kerbau di Ciwandan. Kemudian, anak buah Madi yaitu Among, Idin dan Amat membantu mengangkut kerbau,” kata Ali. 

Ali menuturkan,  pada Jumat (15/1/2021) sekitar pukul 06.00 WIB, MH bersama tiga karyawan Madi mengambil empat ekor kerbau di sekitar PT Batu Buana Makmur.

MH sendiri mengaku kepada tiga orang tersebut bahwa kerbau itu adalah miliknya.

“Kemudian, empat kerbau terdiri dari dua kerbau dewasa dan dua kerbau kecil, diangkut menggunakan truk dengan nopol A 9468 PA yang telah disewa MH,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Ali menerangkan, proses pengangkutan kerbau ke truk dilakukan dengan mengikat satu per satu kerbau dengan tali dan kayu, kemudian diangkut ke bak truk oleh MH dan tiga orang karyawan Madi.

“Namun saat mau memuat kerbau ke truk, satu kerbau yang masih kecil tersangkut tali, kemudian kerbau yang terlilit tali hendak mati, kemudian dipotong di lokasi. Jadi tiga kerbau hidup dan satu kerbau dipotong berhasil diangkut ke truk,” ujarnya. 

 

Ali juga memaparkan, kemudian kerbau yang sudah terangkut di bak truk dibawa ke rumah Madi di Pandeglang. Namun, saat tiba di Pandeglang, Madi tak buru-buru percaya. Madi menanyakan surat dari desa tempat MH tinggal, yang menyatakan bahwa kerbau tersebut milik MH. Namun, MH belum bisa menunjukan surat yang diminta oleh Madi.

 “Sudah tanggung sampai rumah Madi, kemudian kerbau tersebut dititipkan di rumah Madi, namun belum terjadi transaksi jual beli. Kerbau hanya dititipkan di rumah Madi. MH menjanjikan surat dari desa akan diserahkan dalam waktu dekat,” paparnya. 

Kemudian, kata Ali, MH menwarkan jika empat kerbau miliknya untuk dibeli Madi seharga Rp 30 juta. Madi belum memberi keputusan, karena merasa harga tersebut masih kemahalan dan sekaligus menunggu surat dari desa setempat keluar. “Namun, MH pinjam uang ke Madi Rp 3 juta. Rp 1,5 juta untuk membayar sewa truk terlebih dahulu, dan Rp 100 ribu masing-masing orang untuk upak Among, Idin dan Amat. Sisanya Rp 1,2 juta digunakan MH sendiri,” ungkapnya. 

“Pelaku inisial MH dijerat hukuman pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. Saat ini pelaku ditahan di Mapolsek Ciwandan,” tutur Kapolsek. (Gillang)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp