DaerahHukum & KriminalPemprov Banten
Trending

Pengurus Pesantren dan Honorer Pemprov Banten Jadi Tersangka Kasus Hibah Ponpes

SERANG, BANTEN RAYA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten kembali menetapkan dua orang tersangka dalam kasus korupsi penyaluran dana hibah ponpes atau pondok pesantren tahun 2020 senilai Rp117 miliar.

Kedua tersangka yaitu AG selaku pegawai harian lepas (PHL) di Biro Pemerintahan dan Kesra Setda Banten dan AS selaku pengurus salah satu ponpes di Pandeglang.

Dalam pantauan Banten Raya, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Banten memanggil kedua tersangka untuk dilakukan pemeriksaan. Usai pemeriksaan sekitar pukul 17.00 WIB, keduanya dengan menggunakan rompi merah digiring keluar Kejaksaan dan dimasukan ke dalam mobil tahanan. 

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Banten Ivan Hebron Siahaan membenarkan jika penyidik telah menetapkan dua tersangka lainnya. Keduanya diduga kuat menikmati dana hibah Ponpes tersebut.

“Dua orang inisialnya AG selaku PHL di Biro Kesra dan AS pengurus pesantren,” katanya kepada Banten Raya, Kamis (22/4/2021).

Ia menjelaskan, dalam keterangan yang diperoleh penyidik AS bertugas melakukan pemotongan dana yang diberikan ke Pesantren. Sedangkan AG menerima setoran dari tersangka AS.

“AS peranan memungut, mengolektif potongan masing-masing pesantren. Kemudian menyerahkan ke tersangka 2 AG, selaku PHL Biro Kesra,” ungkapnya.

Baca juga

Kejati Banten Baru Tetapkan Satu Tersangka Kasus Dugaan Pemotongan Dana Ponpes

Lebih lanjut, Ivan menegaskan saat ini keduanya telah dititipkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Pandeglang. Penyidik masih menggali informasi total uang yang diterima keduanya.

“Pengakuannya ada 10 pesantren. Kita belum tahu berapa mereka menerima,” tegasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya dalam perkara ini Kejati Banten telah menetapkan satu tersangka berinisial ES. Tersangka diduga melakukan pemotongan atas dana hibah ponpes yang disalurkan Pemprov Banten pada tahun anggaran 2020. (darjat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp